Joyland Festival Nusa Dua Hadirkan Sejumlah Artis Ternama

Iklan Home Page

Nusa Dua, baliwakenews.com

James Blake, penyanyi, pencipta lagu dan produser ternama asal Inggris, dan Kings of Convenience, duo akustik kesayangan asal Norwegia, akan sebagai penampil utama di edisi ketiga Joyland Festival Bali yang akan diselenggarakan di Peninsula Island The Nusa, pada 1-3 Maret 2024.

Album terbaru Blake Playing Robots into Heaven meraih nominasi Album Dansa/Elektronik Terbaik di ajang Grammy Awards 2024. Sedangkan, Joyland Festival Bali akan menjadi pertunjukan perdana Erlend Øye dan Eirik Glambek Bøe di tengah keasrian Pulau Dewata, setelah beberapa kali tampil di Jakarta dan Bandung.

Turut memeriahkan Joyland Festival Bali adalah DJ dan sesama musisi Norwegia Todd Terje; legenda musik dansa asal Perancis Gilles Peterson; ikon musik Jepang Shintaro Sakamoto; dua band indie pop asal Chicago, yakni The Walters dan Whitney: duo dream pop asal Minnesota, Vansire; dan duo pop asal Los Angeles via Paris dan Florida, Pearl & The Oysters.

Sementara itu, Lily Pad Stage akan menampilkan sederet musisi elektronik seru dari Bali dan Asia yang telah dipilih oleh kurator tamu. Kasimyn dari Gabber Modus Operandi akan mempersembahkan edisi khusus Kepus Pungsed yang menyoroti kancah musik kontemporer dan eksperimental Bali melalui penampilan Gangsar, Graung, Gumatat Gumitit Gospell, Kadapat, Putu Septa & Nata Swara, dan Rule Kabatram. Menurut Kasimyn, Bali itu besar sekali, dan Kepus Pungsed ini adalah usaha untuk mengumpulkan talenta eksperimental musik Bali yang liar, mandiri, mengakar, sambil berdialog dengan teknologi.

Baca Juga:  Bandara Ngurah Rai Raih Sertifikat Inisiasi Koridor Sehat dari IIAC Ini Katagori Penilaiannya

Lily Pad Stage juga akan menghadirkan artis-artis pilihan seniman dan aktivis kultural asal Yogyakarta Wok the Rock yang telah mengundang LnHD dari Myanmar untuk tampil back-to-back dengan rEmPiT godDe$$ dari Malaysia, Mong Tong (Taiwan), PRAED (Lebanon), dan Rắn Cạp Đuôi (Vietnam). Whiteboard Journal akan meneruskan program SEA Journal mereka dari Joyland Festival Jakarta dengan mengundang Lunadira (Malaysia). Mona Evie (Vietnam), dan Blush (Singapura).

Joyland Festival Bali juga akan akan menampilkan sejumlah artis Indonesia yang baru maupun familier, yaitu Ali, BANK, Bilal Indrajaya, Dialog Dini Hari, Envy*, Hindia, Isyana Sarasvati, Mantra Vutura, Nadin Amizah, Stars and Rabbit, The Adams, The SIGIT, dan White Shoes & The Couples Company.

Di samping pertunjukan musik, panggung Shrooms Garden yang dipandu dan dikurasi oleh Soleh Solihun akan mempersembahkan aksi beberapa nama terbesar di komedi tunggal Indonesia termasuk Mo Sidik, Mamat Alkatiri, Sakdiyah Ma’ruf, serta sejumlah komika terbaik Bali seperti Bagas Sianipar dan Nyoman Nanda.

Outdoor cinema Cinerillaz akan menayangkan film-film pendek pilihan Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF), termasuk tayangan perdana di Indonesia untuk karya-karya prestisius Dear Shadow, My Old Friend (Timoteus Anggawan Kusno, 2024) yang telah menggelar world premiere di International Film Festival Rotterdam 2024; serta Of Other Tomorrows Never Known (Natasha Tontey, 2023) yang meraih penghargaan Penampilan Terbaik untuk aktor Fredy Sreudeman Wowor di kompetisi Film Pendek Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Singapore International Film Festival 2023.

Baca Juga:  Peringatan Hari Pahlawan Ke-79 di Kabupaten Badung

Tak ketinggalan juga area ramah keluarga White Peacock yang menyediakan berbagai lokakarya dan kegiatan yang memicu kreativitas anak kecil. Lokakarya dan kegiatan ini – termasuk melukis dan prakarya dengan materi daur ulang – dapat diakses dengan pembelian merchandise, di samping kegiatan-kegiatan bebas biaya termasuk seni dan kerajinan, mewarnai, dan area halang rintang. Menurut Lintang Sunarta, Managing Director Joyland Festival yang akan mengkurasi White Peacock, Inspirasi White Peacock datang dari rasa penasaran dan insting pribadi.

“serta obrolan dengan anak-anak saya, Peony dan Calla. Peony gemar membaca, bermain di outdoor, dan berpartisipasi di lokakarya, sedangkan Calla lebih suka mengekspresikan diri dan tampil di panggung. Jadi saat merancang programnya, saya membatin, ‘Apa yang dibutuhkan keluarga-keluarga? Apa yang dapat memantik kebahagiaan dan memicu inspirasi mereka?” Paparnya.

Baca Juga:  TPST Samtaku Terbakar, Damkar Terjunkan Puluhan Personil

Fasilitas lainnya termasuk pasar Joyland Village yang menawarkan makanan, minuman, dan produk bisnis lokal, area khusus untuk alkohol dan rokok, area khusus untuk menyimpan kereta dorong anak dan menyusui, dan masih banyak lagi. Edisi kali ini berkolaborasi dengan Sanje, Taka, Tale of Two, dan Hydro Flask untuk merchandise resmi Joyland Festival Bali 2024 dan Club Soda untuk 21 Monkeys Cocktail Collaboration.

Menurut Ferry Dermawan, Direktur Program Joyland Festival, Edisi Joyland Bali lebih banyak musik elektronik. “karena kami lihat penonton di Bali lebih suka genre itu dibanding penonton di Jakarta. Tapi bagaimanapun juga butuh komitmen yang tinggi untuk datang ke festival, jadi kami harus memikirkan baik-baik pengalaman festivalnya secara keseluruhan. Itu yang kami tawarkan di Joyland.” Uncapnya.

Rudolf Dethu, tokoh kancah musik Bali, menambahkan, Kehadiran tetap Joyland di Bali dampaknya sungguh signifikan bagi kancah musik lokal dengan mengajak beberapa artis menjadi pengisi acara dan menyuguhi pertunjukan bermutu musisi-musisi nasional serta internasional yang bisa menjadi inspirasi untuk meninggikan standar musikal. “Pasti akan menimbulkan efek ekor jas kepada gairah berkesenian di Bali.”imbuhnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR