ASF Kembali Merebak, Disperpa Badung Keluarkan SE

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Virus African Swine Fever (ASF) kembali menghantui peternak Babi di Badung. Pasalnya ada peternak yang melaporkan babinya mendadak mati.

Tidak hanya itu, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung pun sampai mengeluarkan SE kepada peternak untuk mengantisipasi merebaknya virus ASF tersebut. Sesuai SE nomor 524.3/959/Disperpa tentang peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit African Swine Fever (ASF) yang ditunjukkan kepada Kelompok Ternak Babi, peternak mandiri dan pengusaha peternak babi.

Pada SE itu, Disperpa menyatakan bahwa di Kabupaten Badung kembali ditemukan penyakit ASF pada bulan januari 2024 lalu. Maka untuk memutus siklus penyebarannya peternak diharapkan melakukan beberapa langkah dengan pencegahan dan penerapan biosecurity.

Baca Juga:  MJO di Indian Ocean, Picu Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Wilayah Bali

Adapun hal-hal yang harus dilakukan seperti, tetap menjaga sanistasi kandang dan lingkungannya seperti membersihkan kandang secara teratur memggunakn disinfektan. Begitu juga membatasi orang yang keluar masuk kandang dan petugas kandang menggunakan pakaiam serta alas kaki yang bersih, termasuk menyemprot dulu sebelum masuk kandang.

Selanjutnya tidak memasukkan mababi baru kepeternakan, apalagi babi berasal dari luar daerah. Untuk makanan juga tidak memanfaatkan makanan-makanan hotel, restoran dan rumah makan. Namun apabila menggunakan disarankan untuk memasak terlebih dahulu.

Baca Juga:  Menjelang Pertemuan KTT G20, Ribuan HPR di Kuta mendapat Vaksinasi Rabies

Nah untuk pembeli babi tidak boleh masuk kandang, begitu juga alat penangkap babi tidak boleh masuk kandang dan sebelumnya disemprotkan diseinfektan terlebih dulu. Begitu juga harus mencegah babi yang sehat dengan babi yang sakit.

Untuk babi yang sakit harus segera dipisahkan, dan ditetapkan di kandang isolasi dan paling yang paling akhir. Secara rutin melakukan spraying dengan disinfektan minimal 2 kali dalam seminggu. Terakhir selalu menjaga kesehatan babi dengan memberi pakan yang bergisi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, I Wayan Wijana saat dikonfirmasi Jumat 2 Februari 2024 tidak menampi hal tersebut. Pihaknya mengaku SE tersebut dikeluarkan pada 1 Februari 2024 kemarin.

Baca Juga:  Kementerian PANRB Tetapkan Ngurah Rai Sebagai Bandara Terbaik

“Kami keluarkan SE Antisipasi, karena ada kasus diduga ASF di Badung,”ungkapnya.

Pihaknya mengaku laporan penyakit yang diduga ASF, dilaporkan oleh peternak di Desa Carangsari. Bahkan dari hasil pemeriksaan ada gejala mengarah ke ASF.

“Saat ini kami sedang melakukan tindakan pencegahan. Kami harap tidak menjalar seperti kasus sebelumnya. Sehingga kita keluarkan SE kepada peternak,” ujarnya. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR