Kutsel, baliwakenews.com
Salah seorang tokoh msyarakat Kuta Selatan (Kutsel) I Wayan Luwir Wiana mengusulkan sebaiknya dibangun jalan layang untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi belakangan ini. Seban dia menilai pembangunan jalan layang juga bisa menjadi daya tarik wisata baru bagi Bali. Selain itu biaya pembangunannya relatif lebih murah karena bisa dibangun di pesisir sehingga tidak ada pembebasan lahan. “Kalau dibangun di bawah tanah kan biayanya cukup tinggi karena teknologinya mahal. Saya kira lebih baik jalan layang di pesisir pantai,” ujar Anggota DPRD Badung ini, Kami 18 Januari 2024.
Menurut Luwir Wiana kemacetan yang terjadi di Bali belakangan yang kian parah memang tidak bisa dibiarkan begitu saja. “Perlu ada pemikiran-pemikiran bersama untuk mencari solusi terbaik. Sebab kemungkinan ke depan kemacetan seperti saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini bisa lebih parah lagi,” ujar Politisi PDIP tersebut.
Karena berkembangnya sektor pariwisata yang sempat dilanda covid 19. Dia memandang perlu ada terobosan yang visioner untuk mengatasi permasalahan ini. Kemacetan yang terjadi di kawasan Bandara, Kuta bahkan hingga Canggu memang harus segera dicarikan solusi. Salah satu yang bisa dipertimbangkan adalah dengan membangun Jalan layang di sisi barat Bandara menuju ke Canggu. Hal ini tentu harus dikaji titik posisi jalan layang ini. Apakah di pesisir Pantai atau agak ke tengah laut sehingga tidak mengganggu pemandangan laut atau aktivitas laut yang ada.
Bahkan diharapkannya jalan layang ini nantinya bisa menjadi destinasi baru yang semakin menambah daya tarik Bali. Karena dari rest area jalan layang ini, nantinya masyatakat atau wisatawan bisa menikmati indahnya panorama laut maupun momen matahari terbenam. “Hal ini tentu harus dikaji secara mendalam, dari sisi adat dan budaya dan kajian lainnya agar tidak mengganggu namun memperkuat kelestarian alam, adat dan budaya itu sendiri,” paparnya.
Menurut Luwir semua ide sebenarnya bagus, hanya saja tentu harus dikaji dari segala sisi. Baik itu efisiensi biaya maupun kendala yang dihadapi. Kalau jalan di bawah tanah, kata dia tentu memerlukan biaya yang tinggi. Belum lagi kendala yang harus melalui pemukiman penduduk dan lainnya.
“Kalau jalan layang ini memungkinkan nantinya kan bisa disambungkan ke daerah lain di pesisir sehingga kemacetan benar-benar teratasi dan ada destinasi baru yang menambah ketertarikan orang untuk datang ke Bali,” tegasnya. BWN-04

































