Kuta, Baliwakenews.com
Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, terus melalukan inovasi dalam upaya meningkatkan kapasitas pemenuhan air bersih bagi masyarakat Badung. Baik secara kuantitas maupun kualitas.
Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi membrane bio-reactor dan de colour system.
Peluncuran arau launching penggunaan teknologi membrane bio-reactor dan de colour system dikakukan oleh Bupari Badung, I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa serta Direkur Utama Perumda Tirta Mangutama, Wayan Suyasa beserta jajaran direksi lainnya.
Hadir pula pada acara tersebut, Kadis PUPR IB Surya Suamba, Kepala BPKP Bali, perwakilan Kajari Badung serta undangan lainnya.
Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa dalam laporannya mengungkapkan, seiring perkembangan pariwisata di Bdung diakuinya kebutuhan akan air bersih juga terus mengalami peningkatan.
Di sisi lain diakuinya kualitas dari air baku yang digunakan sangatlah rendah. Dimana sebelumnya pengolahan air baku dilakukan secara konvensional dengan menggunakan hingga empat jenis zat kimia karena rendahnya kualitas air baku tersebut.
Menyikapi kondisi ini, pihaknya pun melakukan terobosan dengan menggunakan teknologi membrane bio-reactor dan De Colour System. Dimana dengan teknologi ini mampu menyerap warna dan bukan itu saja, sisa pengolahan dari sistem ini tidak menghasilkan bahan kimia residu sehingga tidak mengganggu lingkungan.
Dalam upaya memenuhi keutuhan air bersih yang terus meningkat, pihakmya melakukan langkah dengan meningkatkan kapasitas produksi IPA dari 500 liter/detik menjadi 750 liter/detik.
Menarikan ya kata Suyasa, teknologi ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia.
Karenanya dinilai sangat tepat diterapkan di Badung sebagai destinasi pariwisata dunia yang terus berkembang.
Sementara itu, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam arahannya mengapresiasi pemanfaatan teknologi membrane bio-reactor dan de colour system teraebut. Dia berpesan yang terpenting upaya yang dilakukan tidak menyimpang dari ketentuan dan hukum yang ada.
Giri Prasta juga berharap direksi Perumda Air Minum bisa terus melakukan inovasi dalam pemenuhan air bersih bagi masyatakat. Salah satunya dengan membuat sistem pelayanan dengan digitalisasi.
“Yang terpenting bagaimana agar saat musim kemarau, masyarakat tidak sampai kekurangan air dan pada musim hujan, jangan sampai terjadi banjir,” sarannya.
Giri Prasta juga menekankan kalau dirinya tidak pernah menuntut atau menetapkan target setoran ke pendapatan asli daerah (PAD) Badung dari Perumda. Karena baginya yang paling penting bagaimana kebutuhan air masyarakat
agar masyarakat bisa terlayani dengan baik.
Dengan meningkatkan keutuhan air ini, ke depan dia menargetkan
produksi air minum pada 2024 ini bisa mencapai d 2.000 liter/detik. (BWN-04)





























