Warga Suwung Lemo Harapkan Jalan Menuju Pura Taman Sari

Iklan Home Page

Tanjung Benoa, baliwakenews.com

Warga Suwung Lemo, Banjar Anyar Tanjung Benoa mengharapkan bantuan jalan kepada pemerintah. Pasalnya aktivitas mereka menuju Pura Taman Sari kerap dihadang air pasang.

Adanya harapan warga ini dibenarkan Lurah Tanjung Benoa, Wayan Sudiana. Menurut Sudiana yang dikonfirmasi, Jumat 5 Mei 2023, akses jalan Suwung Lemo menuju ke Pura Taman Sari memang sangat dibutuhkan warga setempat. Terutama untuk aktivitas keagamaan, adat, maupun jalur evakuasi.

Diungkapkannya pula selama ini warga Suwung Lemo Tanjung Benoa menggunakan akses jalan dari desa adat tetangga yaitu Tengkulung. Hal ini dikarenkan akses jalan yang ada dihadapkan dengan tantangan derasnya air laut. Selain itu lahan jalan tersebut merupakan milik tahura, sehingga untuk merealisasikanya memerlukan izin dari pemilik lahan.

Baca Juga:  Kasus Covid Meningkat, PTM di Badung Dihentikan Sementara

Namun begitu, mengingat pentingnya akses jalan tersebut, dia berharap jalan alternatif yang diharapkan warga bisa terwujud. Kondisi ini juga diungkapkan salah seorang warga Suwung Lemo, Ketut Dana. Menurut dia warga yang bermukim di kawasan Suwung Lemo, Banjar Anyar Tanjung Benoa sekitar 30 KK dengan berprofesi sebagai UMKM kelompok dalam bidang Pelestari Penyu.

Mereka juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi tentang tanggap bencana. Pihaknya mengharapkan adanya akses jalan yang dapat mempermudah aktivitas warga di sana. “Utamannya untuk kegiatan ekonomi, kesehatan, evakuasi bencana maupun kegiatan adat dan agama. Karenanya mereka berharap akses jalan setapak yang ada saat ini menghubungkan kawasan Suwung Lemo dengan Pura Taman Sari dapat ditingkatkan menjadi jalan yang lebih representatif,” ujarnya.

Baca Juga:  Ikan Lemuru "Serbu" Pesisir Pantai Jimbaran Bergerombol dan Terpental ke Bibir Pantai

Sehingga nantinya aktivitas adat yang dilakukan warga seperti penggotongan mayat warga yang meninggal untuk dikremasi di setra (kuburan) dapat berjalan dengan lancar dan tidak memberatkan warga. “Pada saat warga meninggal, maka untuk mengusung mayat ke kuburan kami mengalami banyak kendala terkait air pasang surut laut. Terkadang kami harus berenang atau menunggu air surut. Jadi kami harus benar-benar memperhatikan waktu yang tepat, dan itu terkadang cukup menyulitkan warga lainnya,” bebernya.

Warga pun berharap agar jalan alternatif (jalan setapak) menuju jalan Pura Taman Sari bisa ditingkatkan dan dibuatkan badan jalan yang layak. Sebab hal itu sangat dibutuhkan warga untuk kegiatan adat, maupun akses untuk evakuasi jika terjadi bencana tsunami. Dimana Jalan tersebut memiliki panjang sekitar 100 meter dan merupakan bagian dari Tahura Ngurah Rai.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Terima Kasubdit Fasilitasi Kawasan Perkotaan Kemendagri 

“Jadi tantangannya memang karena status lahan saja. Tapi berkaca dari urgensi, kami harap ini bisa dibijaksanai. Tidak ada pohon mangrove yang ditebang, jika jalan itu dibangun. Sebab jalan itu berupa jalan setapak yang sering dilalui untuk pemancing dan nelayan,” harapnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR