Mangupura,baliwakenews.com
Isu di internal PDI Perjuangan Kabupaten Badung terkait Penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) untuk pendaftaran calon Legislatif banyak petahana potensia yang akan tidak digunakan serta dipinah posisinya membuat gadung caleg di PDI Perjuangan.  Bahkan ada rumor bahwa sejumlah nama bakal calon legislatif yang diajukan DPC PDIP Badung ke DPP melalui DPD PDIP Provinsi Bali dicoret. Nama-nama bakal caleg yang hilang notabena peraih suara terbanyak pada pileg 2019 salah satunya I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota dengan perolehan 111.741 suara.
Selain Gus Bota yang kembali dijagokan merebut kursi DPRD Bali, sejumlah nama calon incumbent lain juga hilang. Yaitu, Ni Putu Yunita Oktarini serta I Wayan Regep (8.432 suara), keduanya merupakan calon petahanan untuk kursi DPRD Badung. Selain itu, dua bakal caleg yang sebelumnya dipasang untuk DPRD Badung juga dilempar ke DPRD Provinsi, yaitu I Putu Parwata dan I Made Ponda Wirawan. Keduanya mendapat pesan WhatApps yang jelas menugaskan sebagai calon DPRD Provinsi Bali.
Sekretaris DPC PDIP Badung I Putu Parwata saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Badung, Rabu (3/5) mengaku belum mengetahui perihal informasi tersebut. Ketua DPRD Badung ini juga mengaku belum menerima surat resmi ataupun pesan Whatshap (WA) dari DPP ataupun DPD terkait masalah pencalegan ini.
Pun demikian pihaknya menjelaskan di DPC PDIP Badung sendiri sebelumnya sudah menggodok nama-nama yang akan disodorkan untuk maju sebagai bakal caleg di tingkat kabupaten maupun provinsi. Nama-nama yang ditelurkan DPC ini berdasarkan sejumlah pertimbangan dengan melihat bobot dan potensi dari masing-masing kader.
“Kami sudah menjalankan semua yang diamanatkan oleh partai. Termasuk dalam pengusulan calon DPRD Kabupaten dan Provinsi melalui rapat+rapat. Cuma kami belum mendapat komunkasi dari provinsi dalam penetapan calon ini. Harusnya bersama-sama seperti Jembrana. Penentuan calon itu dilakukan sama-samq,” ujar Parwata.
Sejauh ini Parwata mengaku komunikasi antara DPD dan DPC memang tidak ada. “Kami di Badung ini sama sekali tidak ada diajak komunikasi oleh DPD,” tegasnya.
Disinggung soal rumor dirinya digeser jadi calon DPRD Provinsi, politisi asal Dalung ini juga mengaku tidak tahu. “Saya belum tahu. Belum ada surat resmi dan WA juga tidak ada. Tapi kalau pun begitu sebagai kader partai kami siap ditugaskan di manapun. Cuma harapan kami ada komuniksi,” tukasnya. BWN-05





























