Timnas Israel di Piala Dunia U-20, Alit Yandinata Dukung Kebijakan Koster, Sebut Demi Lindungi Ketentraman Bali

Iklan Home Page

Abiansemal, baliwakenews.com

Gubernur Bali, Wayan Koster menolak Tim Israel berlaga di Piala Dunia U-20 Di Bali, mendapat dukungan dari anggota DPRD Badung, I Putu Alit Yandinata. Alit Yandinata menilai kebijakan orang nomor satu di Bali tersebut adalah untuk menjaga ketentraman dan melindungi Bali dari pro-kontra terhadap negara Israel.

Faksi PDI Perjuangan DPRD Badung ini mengatakan, keputusan yang diambil Gubernur Koster berdasarkan kajian matang dengan memperhitungkan pro kontra yang berdampak pada pariwisata Bali. “Jadi kalau kami melihat apa langkah yang dilakukan Gubernur Bali saat ini dengan menolak kehadiran timnas Israel di Bali, saya meyakini pak Gubernur memiliki pandangan kajian matang. Bagaimana eksistensi dari pariwisata Bali, bagaimana pariwisata Bali ini tetap eksis,”ungkapnya, Rabu (29/3).

Baca Juga:  Terima Audiensi Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Politeknik Negeri Bali, Parwata Diminta Jadi Pembicara Training Legislative 2021

Menurut Alit Yandinata Pariwisata Bali merupakan sektor yang rentan dengan berbagai isu. “Jadi Jarum jatuh pun di Bali akan menjadi isu besar, analoginya seperti itu. Dan kami melihat statement dan langkah pak Gubernur ini lebih cenderung mengedepankan keamanan dan kenyamanan pariwisata yang ada di Bali.

Kemungkinan besar beliau berkaca pada kasus bom Bali, Pandemi Covid-19, jadi kita sudah mengalami dampak pandemi yang begitu panjang sehingga pariwisata Bali sangat terpuruk, bahkan mungkin kita di Bali yang sangat merasakan dampak yang paling tinggi dari pandemi,”paparnya.

Sepak bola Piala Dunia U-20 imbuh Alit Yandinata dalam proses perjalannya menuai pro dan kontra. Meski diakui tidak bijak mencampuradukkan antara olahraga dan politik. Namun, yang terpenting Gubernur Bali telah mengambil langkah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali. “Hal ini yang paling top yang saya lihat. Dan, saya rasakan ketika ada isu -isu yang berdampak kepada pariwisata Bali, kita juga tidak bisa melakukan apa-apa, PAD kita turun karena kita ketahui bersama pendapatan bersumber dari pariwisata, suka tidak suka kenyataannya demikian,”ujarnya.

Baca Juga:  AP I Pastikan Layanan Kargo Berjalan Normal, Jawab Kekhawatiran di Tengah Pelaksanaan Seleksi Mitra Pengelola

Walaupun langkah yang telah diambil Gubernur Bali beresiko tinggi, Alit Yandinata mengaku memberi acungan jempol karena sangat berani mengambil langkah dengan mengedepankan eksistensi pariwisata yang bersumber dari adat dan Budaya. Terkait sebelumnya Gubernur Koster yang menandatangani persetujuan Piala Dunia U-20 di Bali, Alit Yandinata mengatakan hal itu dilakukan jauh sebelum adanya pro dan kontra.

Baca Juga:  Rakor Monitoring Evaluasi Program Dana Hibah Pariwisata

“Apa iya? Setelah ada pro dan kontra , persoalan sepak bola U-20 yang diselenggarakan di Bali kita terima? Sudah tentu pro dan kontra ini akan menjadi persoalan baru di Pulau Bali ini. Sehingga pak Gubernur dengan adanya pro dan kontra itu , memutuskan menolak. Jadi kami tegaskan ini bukan keputusan plin-plan atau tidak tegas,”terangnya. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR