Mangupura, baliwakenews.com
Dinas Kebudayaan Badung telah melaksanakan penilaian sebanyak 594 ogoh-ogoh di Badung. Dari ratusan ogoh-ogoh kini juga dilakukan penilaian terhadap 21ogoh-ogoh terbaik dari 7 zona.
Setelah penilaian dilakukan maka akan ditetapkan juara terbaik I, II, III, Harapan I, Harapan II, dan Harapan III. Nantinya pengumuman 6 pemenang ini akan dilakukan pada 16 Maret 2023.
Kadis Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, penilaian dari 21 ogoh-ogoh terbaik karya Sekaa Teruna dan Yowana telah dilakukan sejak 13 Maret 2023. Dari penilaian tersebut akan ditetapkan juara terbaik I, II, III, Harapan I, Harapan II, dan Harapan III. “Untuk penilaian akan dilakukan sampai hari ini (Selasa 14 Maret 2023), setelah itu pemenang akan diumumkan pada 16 Maret,” ujar Sudarwitha saat dikonfirmasi Selasa (14/3).
Menurutnya, pemenang lomba ogoh-ogoh di Badung berdasarkan dua penilaian. Pertama penilaian untuk mencari tiga terbaik dari 7 zona. Kemudian dilanjutkan dengan penilaian selanjutnya. “Ada 7 zona yang kami tentukan. Masing-masing zona sudah diputuskan tiga nominasi terbaik, dan sudah diumumkan 5 Maret kemarin,” ungkapnya.
Dalam proses penentuan pemenang, Sudarwitha menerangkan, unsur-unsur yang dinilai masih sama dengan penilaian tingkat zona. Hanya saja juri yang melakukan penilaian berbeda. “Tim juri untuk penilaian tingkat zona berbeda dengan tim juri untuk penilaian tingkat kabupaten. Juri-juri yang kami pilih merupakan professional yang memahami seni, adat, agama, tradisi dan budaya. Anggota tim juri juga tidak terlibat dalam proses pembuatan ogoh-ogoh peserta lomba,” terang mantan Camat Petang tersebut.
Untuk diketahui, pada zona 1, yakni ogoh-ogoh Bhuta Ulu Kuda karya ST Swastika Budaya, Banjar Tegal, Desa Adat Selat, Abiansemal, ogoh-ogoh Bhuta Kala Dengen” karya ST Sekar Jepun, Banjar Sekarmukti, Desa Adat Pangsan, Petang. Ogoh-ogoh Sang Hyang Brutuk, dari ST Dharma Sesana, Banjar Lipah, Desa Adat Lipah, Petang.
Penilaian zona 2, Ogoh-ogoh Boma Pralaya karya ST Wijaya Kusuma, Banjar Delod Pasar, Desa Adat Blahkiuh, Abiansemal, ogoh-ogoh Ra Nini oleh ST Eka Darma, Banjar Bantas Kelod, Desa Adat Sibanggede, Abiansemal, dan Ogoh-ogoh Kama Lara karya ST Kembang Wijaya, Banjar Kembang Sari, Desa Adat Blahkiuh, Abiansemal. Untuk zona 3, yaitu ogoh-ogoh Ketu Pengindra Jala karya ST Tunas Remaja, Banjar Umahanyar, Desa Adat Penarungan, Mengwi, ogoh-ogoh Manakala Bairawa dari ST Acarya Perkasa, Banjar Blumbang, Desa Adat Penarungan, Mengwi, dan ogoh-ogoh Yama Supat oleh ST Yowana Dharma Sesana, Banjar Munggu, Desa Adat Mengwi.
Di zona 4 yaitu, ogoh-ogoh Bandaning Roga Sanghara karya ST Bakti Karya, Banjar Badung, Desa Adat Mengwi, ogoh-ogoh Kala Bajang Bukal karya ST Putra Tunggal, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Mengwi, dan ogoh-ogoh “Mamurti” karya ST Eka Putra, Banjar Badung, Desa Adat Lukluk, Mengwi. Pada zona 5, ogoh-ogoh Parepat Soca Prayaya Brahman (Kala Sri Pati) karya ST Dipa Bhuana Canti, Banjar Basangkasa, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, ogoh-ogoh Campud oleh ST Eka Canti Pertiwi, Banjar Kesambi, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, dan ogoh-ogoh Luputing Sarwa Gering milik ST Sari Sabhana, Banjar Tegeh Sari, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara.
Kemudian di zona 6, ogoh-ogoh Camunda karya ST Yuwana Giri, Banjar Tegal, Desa Adat Kuta, ogoh-ogoh Rabasa Warasana Ing Trilokat oleh ST Eka Bhuwana Tunggal Budi Kaja, Banjar Seminyak Kaja, Desa Adat Seminyak, Kuta, dan ogoh-ogoh Among Sang Candra milik ST Eka Karma, Banjar Pemamoran, Desa Adat Kuta. Terakhir pada zona 7 yaitu ogoh-ogoh Kala Duskarana karya ST Dharma Pertiwi, Banjar Kauh Pecatu, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, ogoh-ogoh Sang Maha Kala karya ST Widya Dharma, Banjar Tengah Pecatu, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, dan ogoh-ogoh Amuk Dewa Kuwera oleh ST Jaladi Kusuma Yowana, Banjar Terora, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan. BWN-05

































