Denpasar, Baliwakenews.com
Cabang olahraga tarung derajat adalah satu diantara belasan cabor yang jadwalnya berbenturan dengan Pomnas serta Porprov Bali. Namun hal itu justru tak menghambat atlet lantaran jadwal tarung derajat di Porprov Bali akhirnya dimajukan. Oleh karena itu, sebanyak 8 petarung putra-putri yang nantinya bisa tampil di Porprov Bali kemudian lanjut di Pomnas 2022.
Hal itu dijelaskan Sekum Pengprov Kodrat Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka, Jumat (16/9). Ke-8 petarung itu dipastikan berlaga di dua event penting tersebut. Adapun petarung itu disebutkannya satu persatu yakni di bagian putri ada Ni Luh Putriku Rahayu turun di kelas 45,1-50 kg dari Politeknik Negeri Bali (PNB), Ni Putu Mita Yobi kelas 50,1-54 kg dari Universitas Udayana, Ni Made Yogi Astrini turun di kelas 54-58 kg dari UHN dan Kadek Krisna Dewi tutun di kelas 62,2-66 kg dari PNB.
Kemudian di putra terdiri dari Bagus Wicaksono yang turun di kelas 52,1-55 kg dari Undiknas, I Made Panji Ambara Putra kelas 55,1-58 kg dari Unwar, I Made Adi Pratama kelas 58,1-61 kg dari Poltekpar serta Gede Dicky Handika Putra kelas 61,1-64 kg dari Universitas Udayana. “Ada satu petarung lagi mundur karena ada sesuatu hal yakni I Made Gede Satya Narayana Maharata rencana turun di kelas 70,1-75 kg,” kata Tri Candra Arka.
Sementara untuk jadwal di Porprov Bali mengalami perubahan dari 21-23 November dimajukan menjadi 13-16 November 2022. Pihaknya berharap petarung putra dan putri setelah berlaga di Porprov Bali langsung meningkatkan performanya dengan tampil terbaik di Pomnas. “Apalagi selanjutnya akan ada pra-PON ada tahun 2023 sehingga bisa jadi diantara atau semuanya dari mereka bisa dikirim ke pra-PON,” tandas pira yang akrab disapa Gung Cok ini. BWN-06


































