Mangupura, baliwakenews.com
Jaringan bandar kokain lintas negara diyakini telah merambah Bali. Sebagai tujuan wisata, para bandar narkoba internasional menjadikan Bali sebagai salah satu pasar peredaran narkoba. Buktinya, aparat BNNP Bali menangkap tiga warga negara asing yang diduga pengedar narkoba dengan jumlah barang bukti lebih dari 900 gram kokain.
Kepala BNN RI Komjen Petrus Reinhard Golose mengapresiasi pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis kokain jaringan internasional. Tiga WNA yang identitasnya dirahasiakan itu ditangkap di wilayah Badung dan Denpasar, pada Kamis 21 Juli 2022. Ketiga WNA itu masuk ke Bali menggunakan visa wisata dan hendak mengedarkan hampir sekilo kokain.
Jenderal Golose menegaskan, masuknya jaringan narkoba jenis kokain ke Bali, menjadi perhatian serius BNN. Tak hanya ditemukan di Bali, baru-baru ini BNN juga menyita 43 kg kokain di Kepulauan Riau. Bahkan, mantan Kapolda Bali itu mengaku ngeri melihat masifnya peredaran kokain di dunia saat ini. “Saya baru pulang dari Amerika Selatan. Di Panama aparat menyita 134 ton kokain. Di Kolombia 1.200 ton kokain. Di Ekuador aparat menyita 120 ton kokain. Di Argentina aparat menyita 70 ton kokain. Ada warga Indonesia ditangkap di Amerika Selatan karena kepemilikan 10 Kg kokain, tetapi dia hanya dideportasi, karena saking banyaknya kokain di sana,” beber Jenderal Golose saat menutup kegiatan Bali International Choir Festival (BICF) yang merupakan bagian dari kampanye anti narkotika oleh BNN di Hotel Discovery, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Badung, Kamis (28/7) malam.
Melihat situasi yang ada saat ini, BNN RI melakukan kerja sama dengan negara-negara The Golden Peacock yang berasal dari Amerika Latin. Jenderal Golose mengaku sudah berkunjung ke negara-negara tersebut untuk teken MoU. “Hub dari barang haram ini berasal dari Panama dan Argentina. Penyebarannya ada yang lewat Eropa, dari Amerika Selatan (Panama dan Ekuador) ke seluruh dunia,” bebernya.
Jenderal lulusan Akpol 1988 ini membeberkan jalur peredaran kokain dari Kolombia menuju Ekuador ke Paraguay dan Uruguay. Lalu ke Argentina. Dari Argentina menuju ke Panama. Setelah sampai di Panama barang haram itu lalu tersebar ke seluruh dunia. “Saya terimakasih kepada BNNP Bali. Luar biasa mereka kerja untuk menyelamatkan masyarkat Bali,” tuturnya.
Jenderal Golose menduga, tiga pria bule yang ditangkap BNNP Bali merupakan jaringan dari Eropa. Sasaran peredaran kokain adalah kalangan berduit karena harganya sangat mahal. Dikatakan di Argentina harganya 7.000 USD perkilogram, di Ekuador sekitar 1.000 USD perkilogram. Di Indonesia sekitar 250.000 USD perkilogram.
“Betapa menggiurkan berbisnis kokain ini. Sehingga kita harus bekerja serius. Saya sudah instruksikan ke seluruh jajaran untuk memperhatikan peredaran kokain. Mari kita bersama-sama menjaga Pulau Bali yang kita cintai ini dari peredaran gelap narkoba. Kita harus bisa mencegah. Bagaimana kita bisa meminimalisir peredaran gelap narkotika,” ajak Jedneral Golose yang pernah menutup tempat hiburan malam terbesar Denpasar karena narkoba saat jadi Kapolda Bali.
Selain melakukan pencegahan lewat kerja sama negara-negara di Amerika Selatan, di dalam negeri BNN melakukan War On Drugs baik melalui strategi soft, hard, maupun smart power approach. Salah satunya adalah menyelenggarakan BICF. Kegiatan tersebut diikuti oleh 3.000 peserta dari 28 negara.
“Dalam waktu dekat, yakni 9 Agustus 2022 ini saya akan melakukan operasi interdiksi terpadu untuk melakukan pencegahan. Di mulai di Bitung, Sulawesi Utara dan berakhir di Dumai, Riau. Saya senang keputusan MA tidak melegalkan ganja. Saya lebih memilih menyelamatkan generasi muda dan generasi yang akan datang dari pengaruh narkoba. Masih ada zat-zat yang lain untuk menolong orang sakit,” tegasnya.
Terkait pengungkapan 900 gram kokain, Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan sedang melakukan pengembangan. Tujuannya untuk mengetahui jaringan ketiga tersangka. Dalam hal ini BNNP Bali bekerja sama dengan Bea Cukai dan Imigrasi. “Saat ini masih dalam proses. Ketiga tersangka ditangkap di tiga TKP, yakni di Denpasar dan Badung. Barang bukti 900 gram kokain itu adalah barang sisa. Perkembangannya nanti akan kita sampaikan nanti,” ungkap Brigjen Sugianyar.
Sementara informasi dari sumber di lapangan, ketiga pria bule ditangkap aparat BNNP Bali itu masing-masing berinisial Ped, Kri, jho. Ketiganya merupakan warga negara Brazil. Saat ini ketiga tersangka bersama barang bukti sudah ditahan di Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja Nomor 8, Denpasar. BWN-01
































