PKM FP Unwar Tingkatan Mutu Kotoran Kelinci Pada Kelompok Tani Ternak Di Kawasan Wisata Bedugul

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com

Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa ( FP Unwar) melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Kelompok Tani Ternak “LESTARI” di Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti-Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Kegiatan mengusung tema ”PKM Peningkatan Mutu Kotoran Kelinci Pada Kelompok Tani Ternak Di Kawasan Wisata Bedugul, Tabanan-bali”.

Ketua Tim PKM Unwar, Ir. A. A. Ngurah Mayun Wirajaya,MM., memaparkan Desa Candikuning adalah desa yang terletak di obyek wisata Bedugul dengan Danau Beratan, kebun raya yang sangat menarik menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Selain pemandangan dan bentang alam yang indah serta tanah yang subur, juga merupakan sentra penghasil produk hortikultura yang didominasi oleh tanaman buah dan sayur. Sebagian besar masyarakat Desa Candikuning masih mengandalkan bekerja di sektor pertanian sebagai sumber penghasilan utama.

Memanfaatkan perkembangan pariwisata saat normal maupun saat Pandemi Covid- 19 ini , petani tetap membudidayakan tanaman dengan baik. Sampai saat ini, di Desa Candikuning, tanaman yang banyak dikembangkan berupa kentang, brokoli, selada, wortel dan saat ini banyak ditanam daun bawang prei. Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman selain menggunakan pupuk an organik, sebagian besar petani masih menggunakan pupuk organik yang berasal dari kotoran ayam yang mudah didapat dalam jumlah besar dan dapat memenuhi kebutuhan luasan tanam yang cukup luas dari luar wialayah Desa Candikuning.

Baca Juga:  Daftar ke KPU, Paket MS Glowing Diiringi Belasan Ribu Seniman

“Sampai saat ini, sumber pupuk organik yang sebenarnya dapat dimanfaatkan dari kotoran kelinci baik padat maupun cair di Desa Candikuning masih tidak dilakukan pemrosesan lebih lanjut. Padahal dengan dilakukan pengolahan dapat meningkatkan mutu kotoran kelinci sebagai pupuk sumber unsur hara bagi tanaman, ” ungkap A. A. Ngurah Mayun.

Hal ini, lanjutnya, sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani ternak di desa Candikuning sebagai peluang untuk mensuplai pupuk organik dari kotoran kelinci padat maupun cair. “Kandungan hara yang dikandung pada kotoran kelinci bila diberi sentuhan teknologi akan dapat menjadi sumber hara yang baik bagi tanaman, ” terangnya didampingi anggota tim PKM yang terdiri dari Ir. Made Sri Yuliartini ,M.Si., DR.I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya, S.Pt., M.M.

Lebih lanjut dikatakan, sampai saat ini untuk mendapatkan nilai ekonomi yang lebih tinggi dari kotoran kelinci, pada kelompok tani ternak yang diketuai oleh Kadek Sutama, ditemukan permasalahan yaitu kotoran kelinci padat dan cair untuk dijadikan pupuk organik yang lebih bermutu belum diolah secara maksimal, belum dimilikinya peralatan dan bahan untuk melakukan pengolahan, belum dimilikinya rumah tempat proses penjemuran dan fermentasi, belum dilakukan pengemasan dan labeling, dan faktor penunjang lainnya.

Baca Juga:  Tim PKM Unwar Dampingi Penerapan K3 Pada Pedagang Pasar Ikan Kedonganan

“Melihat persoalan yang dihadapi kelompok mitra, mereka perlu difasilitasi dari aspek teknologi pengolahan dan peningkatan mutu kotoran kelinci, uji mutu produk pada laboratorium, serta manajemen usaha kelompok mitra, ” tukasnya.

Dikatakan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam budidaya kelinci serta setelah pasca panen termanfaatkannya limbah kotoran kelinci sebagai pupuk organik dalam mensubstitusi penggunaan pupuk anorganik dan organik yang ada di wilayah mitra.

“Sentuhan teknologi dalam pengolahan limbah kotoran kelinci kami harapkan memberi nilai tambah yang tinggi bagi kelompok tani ternak mitra dengan pupuk yang telah dikemas akan lebih dikenal, diminati dan dibeli oleh masyarakat diluar wilayah Desa Candikuning, ” tandasnya.

Beberapa hal yang telah didapat oleh anggota kelompok mitra setelah pengabdian diharapkan akan bermanfaat bagi keberlanjutan kegiatan di Kelompok Tani Ternak Lestari. Karena setelah pengabdian dengan adanya alih teknologi anggota kelompok mitra telah mampu mengadopsi berbagai perkembangan teknologi yang akan dikembangkan yang sebelumnya tidak dilakukan saat tersedianya kotoran padat dan cair kelinci dimanfaatkan untuk pupuk.

Baca Juga:  "Juru Pencar" Menu Unggulan Restoran Mira Baliku

“Dengan adanya pengabdian ini guna meningkatkan mutu dan mempercepat proses pengeringan bahan baku kotoran padat kelinci telah kami buatkan rumah plastik yang dapat meningkatkan kapasitas produksi, ” katanya.

Setelah dilasanakan PKM anggota kelompok tani semakin paham tentang pemanfaatan kotoran padat dan cair kelinci untuk produk pupuk organik. Pada kesempatan tersebut juga telah dipraktekkan bagaimana kotoran tersebut mempunyai nilai tambah yang cukup tinggi bagi kelompok dan dapat menghasilkan Pupuk Organik Padat (POP) dan Pupuk Organik Cair (POC) yang dikemas setelah difermentasi 3 minggu.

PKM juga mampu memotivasi anggota kelompok melakukan kegiatan lebih aktif dan manajemen organisasi berjalan lebih baik. “Kesadaran anggota kelompok dan masyarakat juga meningkat dalam memanfaatkan kotoran padat dan cair kelinci sebagai sumber pupuk organik yang dapat diberikan pada tanah/tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan serta produksi tanaman semakin meningkat, ” pungkasnya.*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR