Dewan Soroti Minimnya Serapan Anggaran Pemkab Badung

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

DPRD Badung menyoroti minimnya serapan anggaran pemerintah Kabupaten Badung tahun 2021. Anggota Komisi III DPRD Badung I Made Retha bahkan mengatakan program yang dirancang dengan pembiayaan sebesar Rp10 juta saja tak bisa direalisasikan oleh pemerintah.“Daya serap kita terlalu rendah, tolong diperbaiki dengan baik. Salah satu bahkan ada yang sampai nol, bahkan anggaran hanya Rp10 juta realisasinya Nol,” kata Retha dalam rapat Badan Anggaran DPRD Badung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung, Selasa (12/4).

Baca Juga:  Wabup Suiasa Hadiri Acara Pelantikan Pengurus Baru Sabha Yowana Adilaya Desa Adat Kelan

Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung 2021, dari realisasi pendapatan sebesar Rp2,7 triliun dari target Rp2,9 triliun. Sementara belanja ditargetkan Rp3,2 triliun hanya terealisasi 78.60% atau Rp2.5 triliun. Dari pendapatan dan belanja, maka pemerintah Kabupaten Badung menyisakan anggaran lebih atau Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp308 miliar lebih.

Ditanya terkait minimnya serapan anggaran dan sementara dilain sisi terdapat Silpa, Sekda Badung , Wayan Adi Arnawa yang hadir dalam rapat tersebut memberikan penjelasannya. “Serapan anggaran yang kurang dari 100 persen karena bisa saja kita efisiensi. Kenapa efisiensi, karena kondisi fiscal kita cukup berat. Saya selaku sekda harus taktis mengelola keuangan tidak boleh kebablasan,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Menghadiri HUT Ke-54 ST Widya Dharma Banjar Tengah Pecatu

Kondisi Makro kata birokrat asal Pecatu ini , cukup berat di tengah Pandemi Covid-19. Namun beruntung, pemerintah tidak memaksakan untuk mengeksekusi setiap kegiatan anggaran yang dirancang. “Kalau dipaksakan untuk dieksekusi nanti akan menimbulkan hutang. Karena kapasitas Fiskal kita tidak sejalan dengan belanja yang dipasang,” katanya.

Lebih lanjut Adi Arnawa mengatakan, adanya Silpa ini atas kebersihan pemerintah melakukan efisiensi belanja. “Ini strategi selaku sekda untuk tidak menjalankan kegiatan itu, walaupun hanya Rp10 juta. Silpa baru diketahui di akhir tahun,” katanya. Silpa didapat tambah dia, tidak semata karena anggaran belanja yang tidak terealisasi .“Silpa ini juga dikontribusi karena efisiensi kegiatan. Itu terakumulasi menjadi Silpa,” terangnya. BWN-05

Baca Juga:  Pasca Serap Aspirasi, Pansus Sempurnakan Ranperda Data Desa Presisi

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR