Blahkiuh, baliwakenews.com
Menjelang hari raya Nyepi, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, mengelar Operasi Pasar (OP) di Depan Pasar Blakiuh, Abiansemal, Senin 21 Februari 2022.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, I Made Widiana mengatakan, operasi pasar ini digelar untuk mencegah kenaikan harga minyak goreng serta bahan pokok lainnya di pasaran menjelang hari raya Nyepi. “Saat ini kita menggelar operasi pasar di depan Pasar Blakiuh. Jatah yang diberikan dari Bulog 100 liter minyak goreng habis dalam 30 menit,” ujar.
Lebih lanjut dikatakan, Selain minyak goreng, tim juga menjual beras dan gula. Untuk, minyak goreng dijual terbatas. “Masyarakat hanya diperbolehkan beli 1 kg minyak goreng seharga Rp 14.000, jadi tidak boleh lebih,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk produk jenis beras dijual beragam, yakni Rp 51.500/5 kg, Rp 101.000/10 kg dan Rp 43.500/5 kg. Sedangkan, untuk gula dijual dengan harga 12.500/kg. “Kami lakukan Operasi Pasar. Kami juga melibatkan partisipasi Bulog Divisi Regional Bali,” ungkapnya.
Operas Pasar ini akan menjual barang-barang kebutuhan. Seperti beras, gula pasir, minyak goreng. Kegiatan ini akan dilaksanakan di lima tempat mulai Senin (21/2) hingga Jumat (25/2). “Senin ini, kami akan dilaksanakan Pasar Blahkiuh, dilanjutkan Pasar Carang Sari, Pasar Canggu, Parkir Timur Pasar Mengwi dan eks Tragia Nusa Dua Jalan By Pass Ngurah Rai Nusa Dua,” katanya.
Kabag Perekonomian Kabupaten Badung, AA Sagung Rosyawati telah berkoordinasi terus dengan pihak terkait guna menyikapi kelangkaan minyak goreng. Hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional pada Kamis kemarin terdapat kenaikan harga hingga Rp 1.000/per liter dari HET yang telah ditentukan. Seperti di Pasar Tradisional Mengwi, Pasar Kuta II, dan Pasar Blakiuh yang rata-rata pedagang menjual minyak goreng seharga Rp 15.000/kg. “Hasil pemantauan ke beberapa toko modern harga minyak goreng sudah menggunakan harga baru, namun stocknya kosong. Bahkan ada yang menyatakan bahwa sudah hampir sebulan stock minyak goreng kosong,” ucapnya.
Dikatakan, pihaknya telah menjajagi hingga ke gudang yang berlokasi di Banjar Sayan kecamatan Mengwi. Pihak manajemen dan bagian logistik memang mengakui untuk stok minyak goreng memang kosong hampir di seluruh toko jejaringya. “Betul berdasarkan hasil pemantauan yang kami terima memang kecenderungan terjadi kelangkaan minyak goreng. Disamping itu, distributor dan pedagang juga belum sepenuhnya menerapkan HET sesuai ketentuan,” ungkapnya.BWN-05


































