Kutuh, baliwakenews.com
Manajemen pengelola DTW Pantai Pandawa secara konsisten mengembangkan wisata edukasi. Hal imi rupanya mendapat sambutan antusias kalangan kampus dari berbagai daerah di Indonesia. Karena selain bisa belajar tentang Manajemen pengelolaan Destinasi wisata berbasis desa adat, mahasiswa juga bisa menikmati indahnya panorama DTW Pantai Pandawa dengan beberapa objek di dalamnya.
“Sambutannya liar biasa, karena saling menguntungkan. Bagi mahasiwa selain bisa belajar juga sambil berlibur. Sedangkan kami di pengelola mendapat masukan dari mereka dan para mahasiswa ini menjadi ambasdor Promosi DTW Pantai Pandawa yang efektif dan efesian,” ujar Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan DTW Pantai Pandawa, Wayan Duartha saat menerima 190 mahasiswa Sekolah Tinggi Managemen Informatika dan Komputer Bina Patria Malang dalam program wisata Edukasi, Jumat (18/2).
Dipaparkannya,Sebelum berkunjung ke Pantai Pandawa para mahasiswa beserta sejumlah dosen ini terlebih dulu mengunjungi kawasan Gunung Payung yang merupakan bagian dari DTW Pandawa. Di Tempat ini mereka juga mengikuti wisata Edukasi dengan menyimak pemaparan dari pihaknya selaku Pengelola DTW Pandawa tentang pengelolaan objek wisata berbasis desa Adat serta dari sisì manajemen keuangannya.
Selain dirinya pemaparan juga diberikan oleh Kepala LPD Desa Adat Kutuh, Wayan Tirka dari sisi pengelolaan Manajemen keuangannya. Duartha yang juga prakrisi pariwisata tersebut memaparkan pihaknya memang terus meningkatkan program wisata Edukasi yang sudah lama berjalan. Karena sambutannya sangat bagus dari kalangan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Bahkan sudah ada sekitar sepuluh perguruan tinggi yang datang mengikuti prorgam tersebut. “Sudah cukup banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang datang mengikuti prorgam andalan kami ini. Kali ini dari Mahasiswa STIMIK Bina Patria Malang yang mengadakan KKL ke sini,” ungkap pria yang juga seorang dosen tersebut.
Lebih jauh Duartha menuturkan, program wisata edukasi sangatlah bermanfaat. Terutama bagi para mahasiswa dan juga pihaknya di pengelola. “Kita bisa saling sharing dan diskusi tentang tata kelola dan perkembangan serta manajemen yang diterapkan dalam pengembangan DTW Pandawa. Mereka juga paling tidak mendapatkan ilmu yang nantinya bisa diterapkan dan kami juga bisa mendapat masukan dari mereka,” bebernya sembari menambahkan yang tak kalah penting nantinya para mahasiswa dari seluruh Indonesia tersebut akan menjadi Ambasdor promosi yang efektif bagi DTW Pandawa. Karena kehardiran mereka di DTW Pantai Pandawa tentu akan memanfaatkan momen untuk berfoto atau memgambil suasana objek yang nantinya diunggah di sosial media. “Saya Kira ini adalah promosi yang sangat efektif dan efesien dan bisa mendongkrak kunjungan dalam situasi pandemi saat ini,” ujarnya.
Terkait perkembangan kunjungan se lama Pandemi, Duartha mengatakan secara umum DTW Pandawa memang buka seperti biasa dan Kunjungan juga tetap ada. Hanya saja diungkapkannya belum maksimal seperti saat tidak terjadi COVID 19. “Kunjungan saat ini ada ya sekitar 1000 Sampai 1500 pengunjung,”’paparnya sembari berharap pemerintah lebih menggencarkan promosi sehingga kunjungan terus meningkat. Pihaknya juga menyambut positif dengan adanya penerbangan internasional ke Bali yang bisa mendongkrak Kedatangan wisatawan mancanegara. “Semoga ini terus beelanjut dan penerbangan bertambah sehingga pariwisata kembali Bangkit dan terus membaik ke depannya,” harapnya.
Sementara dalam paparanya Duartha mengungkapkan bagiamana perjuangan masyarakat Kutuh merintis DTW Pandawa. Termasuk bagaimana pariwisata yang dikelola mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat setempat. Dari yang tadinya 75 persen Warganya masuk KK miskin hingga menjadi nol papà tahun 2017. Bahkan Desa Kutuh dinobatkan menjadi Desa terbaik. BWN-04


































