Blahkiuh, baliwakenews.com
Walaupun Lembaga Perkreditan Desa (LPD) mulai sekarat akibat pandemi covid-19 di Kabupaten Badung, tidak begitu halnya dengan LPD milik Desa Adat Blahkiuh. Saat pandemi ini Lembaga keuangan desa adat ini malah untung dan terus melakukan inovasi dengan pengembangan pelayanan. Layanan LPD Mobile Desa Adat Blahkiuh ini pun diklaim menjadi salah satu pengembangan layanan LPD yang berbasis aplikasi handphone di Kabupaten Badung dan menjadi ketertarikan Gubernur Bali, Wayan Koster untuk menerapkannya di seluruh LPD di Bali.
Ketua LPD Blahkiuh, Ketut Dira mengatakan, dengan penggunaan Informasi dan Teknologi (IT) ini Perkembangan aset LPD Blahkiuh mencapai Rp75 miliar. “Saya ingin keakuratan data sehingga kami ingin penggunaan teknologi yang lebih baik. Ada sejumlah kemudahan layanan yang kami berikan dalam LPD Mobile ini yakni penggunaan aplikasi e-colector, aplikasi ini lebih cepat untuk kita bekerja. Begitu input data di lapangan langsung bisa diketahui melalui aplikasi dan sudah bisa terpantau pemasukan uang yang ditagihkan ke para debitur. Bahkan bisa juga sampai ke pembukuan kas langsung datanya masuk. Kami juga memberikan layanan Transfer antar bank maupun antar LPD. Selain itu ada layanan Payment Point Online Bank (PPOB) yakni melayani pembayaran PDAM, PLN, PLN Pascabayar, Internet, BPJS, Samsat, PBB dan lainnya. Kita juga menyediakan layanan pembelian Pulsa dan paket data, dari satu aplikasi LPD Mobile ini,”ujarnya, Minggu 30 januari 2022.
Lebih lanjut dikatakan, untuk kerjasama bank, LPD Blahkiuh melakukan kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah Bali. “Untuk aplikasi kita bekerjasama dengan orang-orang lokal yakni masyarakat Bali yang mengetahui tentang IT aplikasi perbankan. Terkait perkembangan aplikasi ini, kami baru mulai di bulan maret 2021 lalu dan saat ini kita masih melakukan sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat mengunduh aplikasi ini di handphone mereka. Nanti kita akan gelar parum agung untuk melakukan sosialisasi layanan LPD Mobile ini,”paparnya sembari menambahkan jumlah nasabah LPD Blahkiuh saat ini sudah mencapai 12 ribu nasabah dengan saldo sekitar Rp 25 miliar lebih dan deposito sekitar Rp 30 miliar lebih.
Pengawas LPD Blahkiuh yang juga Bendesa Adat Blahkiuh, IGAK Sudaratmaja didampingi tokoh masyarakat Blahkiuh, IGN Saskara mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah dan inovasi yang dilakukan pihak LPD Blahkiuh. “Dari data yang kami terima setelah dilakukan pemeriksaan dan pembinaan LPLPD kabupaten badung, posisi ranking LPD Blahkiuh sudah mencapai posisi ke 3 di Kecamatan Abiansemal, dan sudah dinilai sehat. Ya, kami juga akui karam yang ikut di LPD kita cukup banyak da nada pasar adat yang mendukung roda perputaran ekonomi adat. Kalau ditempat lain satu banjar adat, satu desa adat dan satu LPD. Untuk di Desa Adat Blahkiuh ada tujuh banjar adat, sehingga LPD Blahkiuh ini juga melayani tujuh karma banjar adat tersebut,”terang mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Badung tersebut.
Semenatra Perbekel Blahkiuh, Ida Bagus Gede Mahatmananda berharap pengembangan Layanan LPD Blahkiuh terus dilakukan tidak hanya sampai pada LPD Mobile saja. ‘Kami harapkan nanti nasabah dibuatkan kartu ATM. Kartu itu nanti dikerjasamakan antar bank sehingga masyarakat khususnya karma Desa Adat Blahkiuh semakin mudah melakukan penarikan uang. Selain itu bukan juga layanan seperti Qris yang dimiliki BPD Bali, sehingga masyarakat dan pedagang di pasar adat Blahkiuh transaksinya juga menerapkan e-money, apalagi di tengah pandemic saat ini sangat bermanfaat layanan itu,”terangnya. BWN-05

































