Denpasar, baliwakenews.com
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amalia, mengatakan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang disusun oleh Kemenpora RI menjadi acuan pemetaan keolahragaan Nasional yang akan dilakukan dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Salah satunya adalah membangun industri olahraga tanah air, agar tersertifikasi dan sesuai dengan standar Internasional.
Saat menjadi pembicara dalam Webinar Nasional Hybird Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) 2021, Rabu 1 Desember 2021, di Grand Inna Sanur, Bali, Zainudin menegaskan DBON sudah diatur dalam Perpres Nomer 86 Tahun 2021 yang didalamnya termaktub desain pengembangan olahraga secara menyeluruh.
DBON lanjut Zainudin memiliki tujuan besar meningkatkan budaya olahraga di masyarakat, yang diawali dengan pembangunan sumber daya di masyarakat. Karena tingkat kebugaran masyarakat menentukan prestasi yang bisa dicapai.
Kebugaran bisa diukur dengan 7.000 langkah yang dilakukan setiap hari. “Tapi orang Indonesia rata-rata hanya melakukan 3.500 langkah setiap hari, sehingga sangat jauh dari bugar. Makanya ketika terjadi pandemi COVID-19 tubuh yang tidak bugar akan mudah terinfeksi dan dampaknya sangat besar, ” tukas Zainudin.
Target utama DBON, lanjut Menpora yaitu mencapai target 5 besar Olimpiade di 2045. Untuk itu, persiapan dilakukan secara bertahap dengan kaderisasi talenta berprestasi sejak usia 10 tahun. “Untuk mencapai prestasi, butuh 10.000 jam latihan atau 10 tahun, ” ucapnya.
Ada 12 nomor Olimpiade yang menjadi unggulan yaitu, bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, dayung, dan senam artistik. “Bila dilakukan pembinaan secara konsisten dari sekarang, maka peringkat 5 dunia bukan hal mustahil,” tandasnya.
Tidak hanya menargetkan prestasi, dalam Desain Besar Olahraga Nasional, industri olahraga juga menjadi bagian dari pembangunan keolahragaan tanah air. “Pembinaan dan support harus dilakukan terhadap pelaku industri pendukung olahraga untuk mendapatkan sertifikasi internasional. Ini peluang dari sisi ekonomi yang sangat besar, namun selama ini belum tergarap, ” ungkapnya.
Menpora Zainudin Amali mencontohkan, Indonesia bukan hanya sempat merasakan kejayaan olahraga. Tapi industri seperti bola, juga secara resmi, pernah digunakan oleh FIFA. “Kita punya banyak industri yang bisa mendukung olahraga, hanya saja belum tersertifikasi internasional dan belum sesuai standar internasional. Ini kedepan yang akan kita garap,” pungkas Zainudin. *BWN-03





























