11 Koli Bantuan Ventilator dari Australia Tiba di Bali, Bea Cukai Ngurah Rai Beri “Layanan Khusus”

Iklan Home Page

Kuta, baliwakenews.com

Sebuah pesawat Qantas Airways tiba di Bali dengan membawa bantuan medis penanganan Covid-19. Adapun bantuan tersebut berupa ventilator senilai AUD 261.250 dari Australia.

Untuk dapat langsung dimanfaatkan, pihak Bea Cukai Ngurah Rai melakukan percepatan pengurusan pengeluaran barang melalui pelayanan segera atau rush handling. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Kusuma Santi, Rabu (18/8).

Menurut Kusuma Santi, bantuan yang tiba dalam bentuk 11 koli yang berisi 2.400 buah Ventilator Tubs – Humidiair Standard Tub, 1.440 buah Mask – FFM-SML-ROW, dan 1.460 buah Mask – FFM-LGE-ROW.

Baca Juga:  Pilkada Tinggal 6 Bulan Lagi, KPU Badung Targetkan 90 Persen Partisipasi Pemilih

Setelah melalui layanan rush handling, bantuan tersebut diserahterimakan oleh Konsulat Jenderal Australia Anthea Griffin kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya, di area kargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai

“Ini merupakan salah satu bentuk langkah tanggap kami untuk membantu penanganan Covid-19, yaitu dengan memberikan pelayanan segera/rush handling atas barang bantuan hibah medis sesuai ketentuan. Selain itu, mengingat bantuan medis ini untuk penanganan Covid-19, kami juga berikan fasilitas fiskal berupa pembebasan Bea Masuk dan/atau Cukai, tidak dipungut PPN dan PPh Pasal 22 Impor sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2020,” papar Kusuma Santi.

Baca Juga:  Parwata Apresiasi Desa Adat Bualu Kembangkan Tarian Maskot Tunjung Biru

Pengeluaran barang impor melalui layanan rush handling lanjut dia adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu. Dimana karena karakteristiknya, perlu dikeluarkan segera dari bandara/pelabuhan. Adapun beberapa barang yang dapat diberikan pelayanan segera antara lain adalah jenazah, abu jenazah, organ tubuh manusia, tumbuhan dan binatang hidup, sampai vaksin/obat-obatan.

“Jadi untuk barang-barang yang dapat diberikan rush handling, kami mengubah pola penyelesaian kewajiban kepabeanan dengan prioritas utama. Yakni barang dapat keluar terlebih dahulu, sehingga dapat dimanfaatkan dengan segera,” ungkapnya.

Baca Juga:  Aniaya dan Ancam Bunuh Mantan Pacar, Pria Nigeria Jadi Buronan Polisi

Contohnya seperti impor terhadap vaksin Covid-19. Dimana vaksinnya dapat dikeluarkan dan didistribusikan segera, kemudian pemenuhan ketentuan kepabeanannya dilakukan setelahnya.

“Harapan kami, dengan rush handling ini, proses kepabeanan dapat ikut memberikan dukungan, utamanya atas upaya penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air,” pungkasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR