Denpasar, baliwakenews.com
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid -19, semestinya dilaksanakan dengan tertib oleh seluruh masyarakat demi menjadikan Bali “Zona Hijau” secepatnya dengan demikian perekonomian dapat bergerak ke arah positif. Demikian disampaikan Praktisi Bisnis dan keuangan, Prof. Gede Sri Darma,ST., MM, D.B.A., saat dihubungi Minggu 11 Juli 2021.
Bila Bali berada pada “Zona Hijau”, dunia usaha dan dunia industri dapat berjalan dengan rasa aman dan nyaman sehingga perekonomian akan segera pulih. “Ekonomi dapat tumbuh berlari kencang kalau Bali telah berada di zona hijau, ” ucap direktur Undiknas Graduate School (UGD) tersebut.
Jika PPKM dijalankan dengan penuh disiplin oleh seluruh komponen masyarakat, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, ia yakin bali akan menjadi daerah zona hijau setelah masyarakatnya diberikan vaksinasi.
Saat ini masyarakat Bali harus membiasakan diri dengan kehidupan new normal. Dimana dalam tatanan kehidupan new normal ini model bisnis yang baru dengan berbasis pada teknologi digital akan semakin berkembang.
Untuk menyeimbangkan kembali struktur ekonomi bali berdasarkan Era New Normal maka kebijakan yang dapat diambil pemerintah adalah dengan menyeimbangkan semua sektor pendukung perekonomian. “Jangan lagi hanya bergantung pada satu sektor yaitu pariwisata. Maka sebaiknya semua sektor memiliki peran yang hampir seimbang, ” tandasnya.
Seperti sektor pariwisata 40%, pertanian beserta turunannya seperti perikanan, perkebunan , peternakan 30 %, olahan Pertanian beserta olahan turunannya 20% dan industri kreatif 10 %. Dengan demikian perekonomian akan lebih mampu bertahan, saat terjadi krisis.
Kedepan, lanjut Prof. Sri Darma, masyarakat harus hidup dan bersahabat dengan keadaan new normal ini dan segala aktivitas masyarakat dan aktivitas bisnis mesti bergeser ke bisnis model baru yg berbasis IT. Hal tersebut mengingat Virus corona tak dapat diprediksi sampe kapan berakhirnya.
Semua industri dan sektor mesti secepatnya bergeser ke ranah digital (digitalisasi), karena transformasi digital akan memberikan dampak dan manfaat positif yang lebih banyak (produktivitas, efisien, efektif, kecepatan , market lebih luas ke seluruh dunia).
“Digitalisasi tidak dapat ditawar lagi ditengah pandemi yg mengharuskan kita work from home (work from everywhere), ” ucap Prof. Sri Darma sembari mengatakan pelan tapi pasti, model bisnis berubah total. Bisnis berbasis digital tidak dapat dihindari sehingga UMKM pun mesti bergeser dengan model bisnis berbasis digital.
“Tapi saya lihat untuk saat ini, pertumbuhan ekonomi Bali akan tetap negatif. Mudah – mudahan dengan tertibnya masyarakat menjalankan PPKM Darurat ini, penyebaran Covid- 19 bisa ditekan sehingga kita bisa fokus pada pemulihan perekonomian, ” pungkas Prof. Sri Darma. *BWN-03





























