Mangupura, baliwakenews.com
Tingkat hunian hotel di kawasan The Nusa Dua, Badung, mencapai 84,42 persen pada September 2026. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 83,81 persen. Kinerja positif tersebut berlangsung di tengah penyelenggaraan berbagai kegiatan internasional, termasuk ICANN87 Annual General Meeting yang mempertemukan komunitas internet global di Bali.
Forum yang berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, ini diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 peserta, di luar tamu VIP. Kehadiran delegasi internasional tersebut menjadi peluang bagi industri pariwisata Bali untuk mengoptimalkan pasar pertemuan dan konferensi berskala global.
Selain tingkat hunian hotel, rata-rata lama tinggal wisatawan di The Nusa Dua juga mengalami peningkatan. Pada September 2026, rata-rata lama tinggal tercatat 2,92 malam, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 2,64 malam.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan penyelenggaraan forum internasional seperti ICANN87 menjadi momentum untuk memperkuat daya saing kawasan sebagai destinasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
“Penyelenggaraan ICANN87 menjadi kesempatan bagi The Nusa Dua untuk memperkuat eksposur internasional sekaligus menunjukkan kapasitas kawasan dalam mendukung forum global. Bagi kami, pengembangan MICE bukan hanya tentang menghadirkan acara berskala besar, tetapi juga membangun ekosistem destinasi yang menghubungkan kegiatan bisnis internasional dengan keunggulan fasilitas, layanan, dan pengalaman wisata di Bali,” ujarnya.
ICANN87 diselenggarakan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sebagai tuan rumah lokal. Forum ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola internet global, keamanan dan stabilitas sistem penamaan domain, hingga perkembangan ekosistem digital.
Sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah juga dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, serta Gubernur Bali Wayan Koster.
Agus Dwiatmika menambahkan, peningkatan aktivitas MICE perlu diimbangi dengan pengelolaan kawasan yang mampu memberikan manfaat ekonomi lebih luas. Kegiatan internasional diharapkan tidak hanya meningkatkan eksposur destinasi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku industri pariwisata dan masyarakat lokal.
Berdasarkan data kumulatif Januari–September 2026, jumlah kunjungan ke The Nusa Dua mencapai 363.621 kunjungan. Angka tersebut meningkat 2,87 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebanyak 353.482 kunjungan.
Australia masih menjadi kontributor utama wisatawan mancanegara ke kawasan tersebut, disusul sejumlah pasar internasional lainnya dan wisatawan domestik. Peningkatan rata-rata lama tinggal juga membuka peluang bagi sektor kuliner, transportasi, rekreasi, serta penyedia aktivitas wisata untuk mengoptimalkan belanja pengunjung.
Sebagai pengelola kawasan, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan kesiapan infrastruktur, kualitas lingkungan, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran penyelenggaraan acara internasional.
“Ke depan, ITDC akan terus memperkuat sinergi dengan pengelola hotel, penyelenggara kegiatan, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mengoptimalkan peluang MICE. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan aktivitas di The Nusa Dua berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan, pengalaman wisatawan, dan peluang usaha bagi masyarakat lokal,” tambahnya.
Penyelenggaraan ICANN87 diharapkan semakin memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai salah satu destinasi MICE unggulan Indonesia. Di tengah persaingan antardestinasi internasional, forum semacam ini menjadi peluang strategis untuk menghubungkan kegiatan bisnis global dengan potensi pariwisata Bali.BWN-04
































