Mandalika, baliwakenews.com
Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil mencatatkan rekor jumlah penonton sebanyak 157.875 orang. Jumlah tersebut meningkat 12,5 persen dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang mencapai 140.324 penonton.
Peningkatan ini memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap MotoGP Mandalika sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi wisata olahraga (sport tourism) Indonesia yang menarik perhatian dunia. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan rekor jumlah penonton menjadi bukti meningkatnya daya tarik Mandalika sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Rekor jumlah penonton ini bukan sekadar tentang angka. Ini adalah kebanggaan Indonesia. Kita membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga kelas dunia sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. MotoGP Mandalika harus terus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal dunia,” ujar Maya.
Pada balapan utama MotoGP 2026, Marco Bezzecchi berhasil keluar sebagai juara. Sementara itu, Izan Guevara memenangi kelas Moto2, sedangkan Maximo Quiles menjadi pemenang Moto3 sekaligus mengunci gelar Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika. Ajang ini juga menjadi panggung bagi pembalap Indonesia untuk menunjukkan kemampuan di hadapan publik sendiri. Veda Ega Pratama berhasil finis di posisi keenam kelas Moto3, sedangkan Mario Suryo Aji menyelesaikan balapan Moto2 di posisi ke-20.
Kehadiran kedua pembalap nasional tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem motorsport Indonesia. Selain memberikan kesempatan bagi pembalap lokal tampil di ajang internasional, MotoGP Mandalika diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk berkompetisi di tingkat dunia.
Sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, InJourney bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) terus memperkuat ekosistem pariwisata Mandalika. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan destinasi, peningkatan konektivitas, serta pelibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP juga menjadi perhatian. Pada 2025, ajang tersebut melibatkan lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dan lebih dari 600 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penyelenggaraan tahun lalu diperkirakan memberikan dampak ekonomi nasional mencapai Rp4,96 triliun.
Capaian tersebut menjadi acuan dalam pengembangan penyelenggaraan tahun ini, seiring meningkatnya jumlah penonton dan aktivitas ekonomi selama rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Maya menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak hanya diukur dari kelancaran balapan dan jumlah penonton, tetapi juga dari manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta perkembangan sektor pariwisata.
“Bagi kami, keberhasilan MotoGP tidak berhenti ketika bendera finish dikibarkan. Legacy yang ingin dibangun adalah ketika semakin banyak wisatawan datang ke Mandalika, semakin banyak UMKM tumbuh, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan semakin kuat posisi Indonesia di peta pariwisata dunia. Inilah bagaimana MotoGP menjadi bagian dari perjalanan Indonesia Mendunia,” katanya.
Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kesuksesan penyelenggaraan tahun ini. Dukungan tersebut datang dari pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, aparat keamanan, mitra sponsor, komunitas, pelaku UMKM, relawan, serta masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Menurut Troy, penyelenggaraan ajang internasional berskala besar membutuhkan koordinasi dan kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MotoGP di The Mandalika pada masa mendatang. Selain memastikan kelancaran balapan, penyelenggaraan MotoGP juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan, memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pengalaman dari penyelenggaraan 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan koordinasi antarpihak, kesiapan operasional, dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan event berikutnya.
“Kami ingin setiap penyelenggaraan MotoGP di Mandalika memberikan nilai tambah yang semakin besar, tidak hanya bagi kawasan dan industri pariwisata, tetapi juga bagi masyarakat NTB. Karena itu, sinergi yang telah terbangun perlu terus dijaga agar manfaat penyelenggaraan event internasional dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tutup Troy. BWN-04
































