Tukad Mati Dipenuhi Sampah, TPST Bualu Turun Tangan Bersihkan Saluran Air

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Tumpukan sampah plastik, limbah lemak, kayu gelondongan hingga dedaunan di saluran Tukad Mati menjadi perhatian Tim Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, Badung. Melalui program Resik Desaku, tim bersama masyarakat turun langsung membersihkan saluran air dan sejumlah fasilitas umum yang membutuhkan penanganan kebersihan.

Aksi gotong royong yang melibatkan sekitar 35 orang tersebut berhasil mengangkut hampir satu truk sampah. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya mengantisipasi gangguan aliran air akibat penumpukan sampah di saluran tersebut.

Sejak pagi, tenaga kebersihan bersama sejumlah unsur masyarakat berkumpul dengan membawa peralatan dan kendaraan pengangkut sampah. Mereka menyasar saluran air di kawasan Tukad Mati serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Bendesa Adat Bualu, Made Suarma, mengatakan program Resik Desaku merupakan bentuk kepedulian desa adat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah. Kegiatan ini juga menjadi dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan kebersihan lingkungan.

Menurut Suarma, persoalan sampah perlu mendapat perhatian serius, terlebih Desa Adat Bualu berada di kawasan yang turut terdampak perkembangan pariwisata. Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap citra Bali sebagai destinasi wisata.

Baca Juga:  Ratusan Pekerja Diterjukan dalam Penataan Pantai Samigita

“Desa Adat Bualu juga merupakan bagian dari kawasan pariwisata. Karena itu, kami secara konsisten mengambil langkah untuk mendukung dan membantu pemerintah daerah dalam penanganan masalah kebersihan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengalaman pandemi Covid-19 memberikan pelajaran mengenai besarnya dampak krisis terhadap sektor pariwisata dan kehidupan masyarakat Desa Adat Bualu. Persoalan sampah yang sempat menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu juga menjadi pengingat pentingnya langkah nyata dan berkelanjutan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Karena itu, Suarma menilai penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kepedulian dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar kebersihan lingkungan dapat terjaga secara berkesinambungan.

Ia juga mengapresiasi Ketua TPST Desa Adat Bualu, Nyoman Karyana Wirawan, bersama seluruh tim yang menginisiasi kegiatan Resik Desaku. Selama setahun memimpin TPST Desa Adat Bualu, Karyana dinilai telah menjalankan berbagai kegiatan pembersihan lingkungan.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Badung Rekomendasikan Penutupan Sementara Atlas Super Club

Suarma berharap upaya tersebut terus ditingkatkan sehingga persoalan sampah, khususnya yang menumpuk di fasilitas umum dan saluran air, dapat ditangani secara lebih optimal.

Sementara itu, Ketua TPST Desa Adat Bualu, Nyoman Karyana Wirawan, menjelaskan bahwa Resik Desaku merupakan kegiatan perdana yang diinisiasi oleh TPST Desa Adat Bualu. Pembersihan difokuskan pada fasilitas umum, termasuk saluran air di kawasan Tukad Mati yang selama ini belum pernah dibersihkan secara menyeluruh.

Dari kegiatan tersebut, tim mengumpulkan hampir satu truk sampah yang terdiri atas plastik, limbah lemak, kayu gelondongan dan dedaunan.

Karyana mengakui, masing-masing banjar di wilayah Desa Adat Bualu telah menjalankan program kebersihan. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat melalui kerja bersama, terutama untuk menangani lokasi yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

“Walaupun masing-masing banjar sudah menjalankan program kebersihan, ini tetap menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami ingin membantu pemerintah mewujudkan lingkungan yang bersih, terlebih Desa Adat Bualu juga merupakan kawasan yang terdampak langsung oleh perkembangan sektor pariwisata,” katanya.

Baca Juga:  Cairkan BLT, Badung Terapkan Sistem Pembayaran Dengan "QR Code"

Untuk mendukung upaya tersebut, TPST Desa Adat Bualu akan terus mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki, mulai dari kendaraan pengangkut sampah hingga tenaga kebersihan. Dengan demikian, penanganan sampah di lingkungan desa adat, khususnya pada fasilitas umum, diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Karyana berharap, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air. Sampah yang menumpuk tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga berpotensi menyumbat aliran air dan memicu persoalan lingkungan.

Melalui program Resik Desaku, TPST Desa Adat Bualu berharap semangat gotong royong semakin kuat dan tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan. Penanganan sampah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi warga maupun pengunjung.BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR