2021 Optimis Perekonomian Tumbuh IHSG Merangkak Naik

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Pandemi Covid-19 yang mulai akhir 2019 lalu, memporak-porandakan struktur perekonomian dunia. Hampir semua negara mengalami resesi. Meski demikian, Pengamatan Ekonomi Prof. Gede Sri Darma,ST., MM, D.B.A., saat ditemui Senin (14/12) di kampus Undiknas Graduate School (UGS) jalan Waturenggong Denpasar, mengatakan rasa optimisme kondisi perekonomian akan membaik pada 2021 mendatang.

Optimisme ini disampaikan Prof. Sri Darma melihat semakin banyaknya dana segar yang masuk dari luar negeri.

“Index Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merangkak naik, setelah hampir enam bulan terpuruk akibat pandemi Covid-19. Ini membuktikan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia, meningkat,” terang Direktur UGS tersebut.

Prof. Sri Darma memaparkan IHSG pada 2019 mencapai Rp6.000 lebih, yang termasuk masa keemasan IHSG. Banyak pihak mengharapkan pada 2020 IHSG bisa lebih baik. Namun di luar dugaanbsemua orang tiba-tiba terjadi pandemi Covid-19 yang menghancurkan seluruh prediksi yang ada.

Baca Juga:  Ini Dia Pesan Suporter Kepada Pemain Bali United Usai Laga AFC Cup

“IHSG turun drastis sejak Maret 2020 hingga Oktober 2020. Perekonomian semakin terpuruk bahkan terjadi resesi,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini kondisinya sudah mulai bagus. IHSG saat ini sudah mendekati Rp6.000. Hal ini mengindikasikan kepercayaan para investor asing, mulai meningkat. Patokannya adalah kepercayaan para investor asing, yang pada lari ke Indonesia sebagai marketnya dan tidak lagi menyasar negara maju.

“Hal yang menarik investor asing ke Indonesia, karena tingkat suku bunga bank di negara maju, mendekati nol. Makanya mereka mencari ‘developing country’ atau negara berkembang yang notabene suku bunganya jauh lebih tinggi, salah satunya Indonesia,” ucap Prof. Sri Darma.

Baca Juga:  Polresta Denpasar Pastikan Pesan Berantai Adanya Begal di Jalan Taman Pancing Hoax

Kenapa Indonesia? Karena ada kejelasan dari Presiden Jokowi tentang ‘broadcast’ protokol kesehatan, penanganan vaksin dan management vaksin, itu sebabnya investor asing percaya.

“Saya prediksi 2021 akan ada index harga saham gabungan yang melesat,” tukasnya.

Hal tersebut menurut Prof. Sri Darma dapat terwujud bila pemerintah fokus melakukan testing, tracing, dan tracking (3T) untuk penanganan Covid-19. Dan masyarakat taat melaksanakan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Sri Darma kembali menegaskan, Indonesia dilirik investor asing karena penanganan Covid-19 bagus, vaksin juga sudah ditemukan. Untuk mereka yang melanggar aturan terkait kerumunan, saat ini sudah ada Undang-undang karantina yang mengatur mereka yang melanggar aturan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Rapat Paripurna ke-29 DPRD Provinsi Bali, Gubernur Bali Sampaikan Raperda Provinsi Bali Tentang Bale Kertha Adhyaksa Di Desa Adat

“Bila hal tersebut ditegakkan dengan tegas oleh pemerintah maka pihak asing akan lebih percaya lagi dan investor akan bertambah maka roda perekonomian akan hidup dan semakin bergerak,” tukasnya.

Karenanya, ia optimis kondisi perekonomian akan membaik pada 2021 mendatang. “Bisnis yang berkembang pada 2021, tidak lepas dari digital bisnis.
Karena masyarakat diharuskan hidup dengan kebiasaan baru yaitu “new normal’ yang lebih mengarah pada digital bisnis dan mengurangi pembayaran tunai,” pungkasnya.*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR