Karena Ini, Ratusan Monyet Kumpul di Jaba Sisi Pura Uluwatu

BEREBUT BUAH-Sejumlah wisatwan menganadikan foto dan video ratusan monyet berebut buah di acara tumpek kandang yang digelar di Pura Uluwatu.

Pecatu, baliwakenews.com

Ratusan monyet, Sabtu (5/12) sore berkumpul di jaba sisi Pura Luhur Uluwatu. Hal ini berkaitan pelaksanaan Tumpek Kandang yang rutin digelar Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu bersama Pengemong dan Pengempon Pura.

Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana memaparkan, kegiatan tersebut sebagai implementasi dari konsep Tri Hita Karana yang diterapkan di Uluwatu. “Yakni pertama “,Subakti” kita kepadaTuhan, kedua hubungan harmonis dengan manusia sendiri serta ketiga dengan lingkungan,” ujarnya. Hal ini juga dalam konsep pariwisata ada yang namanya environtmen atau lingkungan. “Karenanya menghormati keberadaan monyet ini kami lakukan upacara Tumpek Kandang setiap 6 bulan sekali,” ujar Wijana.

Dimana dalam upacara ini disertai dengan pemberian gebogan buah kepada para monyet yang junlahnya mencapai 600 ekor.

Walaupun dalam situasi pandemi, sambung dia kegiatan ini tetap dilaksanakan pihaknya selaku manajemen didukung pihak desa adat dan Puri Jero Kuta. Karena hal ini sudah menjadi kalender kegiatan yang dilaksnakan secara rutin tanpa ada halangan.

Harapannya kegiatan tersebut akan bisa memberikan daya dukung kepada objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu.  Di samping 5 keindahan lain yang ada di sana. Seperti tebing, sunset, kecak dan pura serta monyet itu sendiri.

Melalui kegiatan ini pula harapannya hubungan interaksi antara wisatawan dengan pengunjung semakin terjalin dan monyet ini tidak ditakuti namun justru semakin menarik minat pengunjung untuk datang ke objek ini.

Untuk menjaga kesehatan monyet ini, pihaknya telah bekerjasama dengan kedokteran Hewan Universitas Udayana yang secara rutin melakukan pengecekan kesehatan monyet tersebut. Dalam situasi pandemi ini, pihaknya juga senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara baik dan benar. Termasuk juga memperhatikan kesehatan para pekerja di sana.

“Kami harapkan dengan kegiatan yang rutin kami gelar setiap 210 hari ini, keberadaan monyet tidak lagi ditakuti pengunjung namun terjalin interaksi yang baik. Karenanya meski di tengah pandemi kami tetap menggelar upacara ini secara iklas dengan protokol kesehatan yang standar dan jelas,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta. Menurutnya upacara tersebut memang sudah dilaksanakan dari turun temurun sebagai implementasi konsep Tri Hita Karana. Dimana pelaksanaannya dilakukan di jaba sisi Pura Luhur Uluwatu. Dalam upcara tersebut juga dilakukan pemberikan pakan kepada para monyet yang terdiri dari 6 kelompok dengan kumpul bersama di lokasi upacara. “,Ada dua kebogan buah kami siapkan kepada 6 kelompok monyet yang sudah berkumpul ini, kaitannya dengan Tumpek Uye ini,” ujarnya.

Penglingsir Puri Agung Jer Kuta selaku Pengempon Pura Uluwatu, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (Turah Joko) memaparkan, melalui kegiatan upacara tersebut diharapkannya ada sinergitas antara alam dan binatang termasuk monyet yang ada di sana dengan budaya bisa menyatu. Dengan begitu dengan datangnya pariwisata hal ini menjadi juga menjadi atraksi pariwisata. “Sehingga monyet-monyet kami ini tidak beringas. Makanya kami bersama pengemong desa adat pecatu wajib melaksanakan upacara ini,” pungkasnya.

Turunnya ratusan monyet tersebut menjadi tontonan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Uluwatu sore tersebut. BWN-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: