Karangasem, baliwakenews.com
Kebakaran yang terjadi di Lereng Gunung Agung sejak Rabu, 27 September 2023 belum dapat dikendalikan. Kalaksa BPBD Kabupaten Karangsem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan tim TRC BPBD terus berupaya mencegah meluasnya kebakaran.
Pada Sabtu, 30 September 2023, Tim kembali menuju titik kumpul di Kantor KRPH Kubu untuk selanjutnya bersama – sama melalui jalur di Dusun Juntal Kaja, Desa Kubu, Kec. Kubu menuju titik asap/api. Tim melakukan pemantauan sekaligus untuk membuat sekat bakar agar kebakaran hutan dan lahan tidak menyebar/meluas.
Sementara untuk titik yang bisa dijangkau dibuatkan sekat bakar agar api tidak meluas. Untuk total luas yang terbakar di wilayah Hutan Lindung Gunung Agung dari 27 September 2023 – 30 September 2023 diperkirakan sekitar 520 Hektar, mencakup wilayah Dusun Juntal, Bantas, Daya dan Belong Kecamatan Kubu.
Pembuatan sekat bakar dilakukan bersama Tim gabungan terdiri dari anggota Dinas Kehutanan Provinsi Bali, KPH Bali Timur, BPBD Karangasem, Babinsa Kubu dan KTH Mundep Lestari, untuk yang terbakar seperti semak ilalang dan pohon seperti Pohon Cemara, Pohon Sonokeling, Pohon Nyam dan Serasah, untuk titik api hari ini yang dibuatkan sekat bakar berada di ketinggian 1.702 Mdpl. “Kendala kami dilapangan akses jalan menuju titik api cukup sulit dicapai dan jauh diatas,” ungkapnya.
Mengingat cuaca yang masih panas dilokasi dan juga musim kemarau, masih memungkinkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Untuk diketahui Tim Gabungan dilapangan terdiri dari KPH Bali Timur 6 orang, Kabid. PPP dan KSDAE bersama anggota Dinas Kehutanan Provinsi Bali 6 orang, Tim TRC BPBD Karangasem 4 orang, Babinsa Kubu, Kelompok Tani Hutan Mundep Lestari 30 orang. Hingga saat ini kerugian belum diketahui. BWN-03































