Tetap Eksis di Massa Pandemi, Begini Tips Sukses “Sandal Kroya”

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Usaha produk sekunder di tengah pandemi Covid-19 memang berwajah suram. Pertumbuhan ekonomi yang melambat berdampak langsung kepada menurunnya daya beli masyarakat lebih dari 50 persen.

Usaha fashion misalnya. Agar tetap eksis, harus punya strategi kreatif agar bisa bertahan dan beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Ini diakui oleh perajin sandal “Kroya”, Luh Gatawati.

Ditemui Selasa (2/6) di tokonya yang sedang direnovasi, dia mengakui pada saat seperti ini perajin produk lokal harus kerja keras. Ada tiga tips yang ia yakini dapat membuat pengusaha lokal tetap bertahan.

Tips pertama adalah mengencangkan digital marketing. Menurut Gatawati, kanal media sosial sangat ampuh dalam menjaga eksistensi produk. Pada jaman digital ini, masyarakat akan lebih aktif di media sosial daripada di dunia nyata.

Baca Juga:  Buka DAJAFEST 2023, Bupati Sanjaya Dorong Kreasi Inovatif Agar Terus Dikembangkan

“Mereka yang aktif di media sosial akan cenderung paham fashion. Bahkan fashion menjadi kebutuahan, meski di masa pandemi Covid-19. Tapi produk yang dijual tetap berdaya saing,” ungkapnya.

Tren digital saat ini menurutnya membuka peluang lebar bagi pengusaha. Di lain sisi, media sosial sebagai kanal promosi juga meningkatkan persaingan. Maka menurutnya, saat inilah para pengusaha menunjukkan kualitasnya.

Tips kedua, yakni memotivasi rekan bisnis seperti reseller (penjual kembali). Kepada mereka, Gatawati memberi tawaran menarik. Seperti dapat menjual produk tanpa label, serta menerapkan diskon berupa bonus produk.

Untuk lima pasang sandal, ia berani memberi sepasang sandal secara cuma-cuma. Itulah yang menjadi keuntungan reseller. Terbukti, kendati pesanan menurun, namun para reseller tetap aktif menawarkan produk.

Baca Juga:  PKB XLIV : Pemuliaan terhadap Air Melalui Seni Pertunjukan

Tips ketiga, jangan menerapkan sale atau obral produk. Baginya, langkah ini memang cepat menaikkan penjualan, bahkan secara drastis. Namun pada saat yang sama, langkah ini melemahkan citra produk.

Untuk menguatkan citra produk, dapat dilakukan dengan menyediakan jenis produk untuk semua segmen. “Setiap segmen masyarakat harus dipenuhi, kalau produk kami memang modelnya simpel. Tapi bisa bermain warna dan bahan, jadi semua segmen usia masuk,” terangnya.

Soal peluang usaha produk lokal di massa Pandemi, ia berpandangan berbeda daripada umumnya. Menurut Gatawati, pandemi ini menyadarkan para pelaku usaha produk lokal untuk meningkatkan kreatifitas agar tetap eksis.

Saat ini, kata dia, memang terjadi penurunan penjualan, bahkan sampai 70 persen. Sebelum pandemi Covid-19, usahanya mampu memproduksi 150 pasang sandal. Durasi bekerja pun cukup padat, hampir setiap hari.

Baca Juga:  Buruh Proyek Tewas Setengah Telanjang di Bedeng

Namun ketika memasuki pandemi, pihaknya harus melakukan optimalisasi produk dan tenaga perajin. “Saat ini, seminggu paling 2 sampai tiga kali kerja. Produksi memang turun,” imbuhnya. Kepada para pengusaha lokal Bali, ia juga berpesan agar jangan putus asa.

Maknai pandemi Corona sebagai evaluasi dalam berusaha. “Bagi saya tidak ada istilah masa keemasan. Sebab semua momen menjadi proses yang memajukan usaha. Selain menjaga eksistensi, kita sebagai pengusaha juga menjaga semangat,” pungkasnya. BW-06

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR