Pertahun, Ribuan Warga Gianyar Alami ODGJ: Dipicu Persoalan Keluarga dan Masalah Rumah Tangga

Iklan Home Page

Baliwakenews.com-Diawal 2022, petugas Satpol PP Gianyar, Bali, mengamankan tiga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Ironis memang, di daerah dengan julukan “Gumi Seni” yang terkenal akan keindahan alam dan seni ini, ternyata angka ODGJ di Kabupaten Gianyar cukup tinggi.

Rupanya, gangguan kesehatan jiwa masih menjadi masalah utama di dunia. Bahkan Badan Kesehatan Dunia atau (WHO) mencatat, pada 2016 sekitar 35 juta masyarakat di seluruh dunia mengalami depresi, 60 juta lainnya mengalami bipolar dan 21 juta terkena skizofrenia serta 47,5 juta menderita demensia.

Masalah gangguan kesehatan jiwa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti genetik dan riwayat kesehatan jiwa keluarga. Pengalaman hidup yang pernah dialami, seperti stres atau pernah memiliki riwayat pelecehan, terutama jika trauma terjadi pada masa kanak-kanak. Faktor biologis seperti terdapat ketidakseimbangan kimiawi di otak. Cedera otak traumatis.

Baca Juga:  Penggabungan Dapil di Badung Batal

Di Bali, jumlah ODGJ cukup tinggi di Indonesia. Bahkan beberapa tahun lalu, Profesor Luh Ketut Suryani, yang juga seorang psikiater dan peneliti isu mental di Bali pernah mengungkapkan jika persoalan gangguan kejiwaan di Bali menduduki posisi I.

Sedangkan salah satu kabupaten di Bali, yakni Gianyar tercatat memiliki angka cukup tinggi terkait jumlah ODGJ. Data dari Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, jumlah ODGJ di tahun 2018 sebanyak 800 orang. Kemudian di tahun 2019 meningkat menjadi 1.331 orang. Di tahun 2020 turun menjadi 1.231 orang. Dan di tahun 2021, tercatat 1.291 orang dengan gangguan jiwa berat yang tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Gianyar. Dari jumlah sebanyak ini, 807 orang (62, 5 persen) sudah mendapatkan perawatan sesuai standar. Namun sebanyak 4 orang masih dipasung.

Baca Juga:  Luh Suteni Dibantai oleh Suaminya dalam Kondisi Hamil Tujuh Bulan  

 

Yang mengejutkan, hanya dalam beberapa hari terakhir di tahun 2022, aparat Satpol PP Kabupaten Gianyar mengamankan tiga ODGJ. Ironisnya dua dari ketiga ODGJ itu masih berusia produktif. Salah satu ODGJ yang ditangkap petugas, berinisial KJ (28). Pria asal Kecamatan Blabatuh, Kabupaten Gianyar itu, memukul ibu kandungnya di rumahnya, Minggu 9 Januari 2022. Pemuda lajang itu, lantas dibawa ke RSJ di Kabupaten Bangli.

Masih di awal Januari 2022, petugas Satpol PP mengamankan pria lanjut usia berinisial MT (62). Pria lajang itu mengamuk di rumahnya di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, pada Kamis beberapa hari lalu. Kemudian, pada Kamis 6 Januari 2022, petugas kembali mengamankan seorang wanita yang mengalami ODGJ. Wanita berinisial WM (30) itu, mengamuk di rumahnya di Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Baca Juga:  Satpol PP Denpasar Amankan ODGJ Mengamuk

Seperti diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Sosial Gianyar Nurwidyawanto, beberapa waktu lalu. Menurutnya secara umum jumlah ODJG di Gianyar mengalami tren peningkatan. Dan pengidap ODGJ tersebut didominasi persoalan keluarga dan faktor ekonomi. “Ini bukan dipicu karena pandemi Covid-19. Mereka cenderung mengalami tekanan psikis sebelum pandemi. “Pemicu utama adalah persoalan keluarga dan rumah tangga,” tegasnya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR