Mangupura, baliwakenews.com
Desa Adat Bualu berkomitmen untuk terus menjaga keajegan dan kelestarian Adat dan Budaya Bali dengan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan menggelar Lomba Bulan Bahasa Bali VII tahun 2025 dengan tema “Jagat Kerthi Jagra Hita Samasta”.
Kegiatan Lomba Bulan Bahasa Bali yang digelar di wantilan Banjar Celuk, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan (Kutsel), Rabu (19/2/2025) dibuka oleh Bendesa Adat Bualu, Wayan Mudita, S.H. Acara yang rutin digelar setiap tahun ini disambut antusias warga dan tokoh masyarakat setempat.
Ketua Panita Lomba Bulan Bahasa Bali VII Desa Adat Bualu, Made Korna di sela-sela kegiatan memaparkan, pelaksanaan lomba Bulan Bahasa ini diawali dengan pembentukan panitia yang ditetapkan oleh Bendesa Adat Bualu.
Setelah melakukan persiapan selama sekitar 1 bulan akhirnya dilaksanakan kegiatan yang bertempat di Banjar Celuk tersebut. Adapun lomba yang digelar yaitu, Nyurat Aksara Bali tingkat Sekolah Dasar (SD), Sambrahma Wacana yang diikuti Prajuru Desa Adat Bualu, serta Lomba Mesatua Bali Paiketan Krama Istri Desa Adat Bualu. Pemenang lomba disiapkan piala, tropi, sertifikat serta dana motivasi. Dengan besaran Juara 1 mendapat Rp 1 juta, juara 2 sebesar Rp 800 Ribu dan Juara 3 sebesar Rp 500 Ribu.
Pihaknya berharap ke depan kegiatan Bulan Bahasa Bali ini terus ditingkatkan karena sangat bermanfaat terutama untuk generasi penerus sebagai salah satu langkah dalam pelestarian adat, budaya dan sastra Bali. Bendesa Adat Bualu, Wayan Mudita menegqskan Desa Adat Bualu berkomitmen terus rutin melaksanakan lomba Bulan Bahasa Bali ini.
Dimana pelaksanannya mengambil tempat bergiliran di banjar-banjar yang ada di Bualu. Dimana Desa Adat Bualu memiliki 8 banjar. “Kali ini kami laksanakan di Banjar Celuk. Kami laksanakan di banjar-banjar bergiliran dengan harapan semua krama desa menyaksikan kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” ujarnya.
Ditegaskannya, kegiatan Bulan Bahasa Bali ini sangat positif dalam melestarikan adat dan budaya Bali. Hal ini memang menjadi kewajiban desa adat seluruh Bali. Pihaknya mengapresiasi langkah Pemprop Bali yang mewajibkan kegiatan ini karena memiliki tujuan mulia agar anak-anak di Bali tahu tentang pelestarian adat dan Budaya, utamanya Bahasa Bali melalui lomba-lomba yang dilaksanakan.
“Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Bali dan pemerintah propinsi Bali yang sudah mewajjbkan kegiatan ini dan berjalan dengan baik di Desa adat di Bali. Termasuk kami di Bualu,” ujarnya sembari menambahkan selaku penyanding kawasan pariwisata internasional Nusa Dua, pihaknya juga mengapresiasi langkah Gubernur dan Pemprop Bali yang mewajibkan hotel-hotel dan akomodasi wisata di Nusa Dua menggunakan sastra Bali yang sudah berjalan dengan baik. Termasuk mewajibkan manajemen dan karyawan hotel berbusana Bali pada hari Kamis sebagai implementasi pelestarian adat, agama dan Budaya Bali.
“Saya selaku pengayah di Desa Adat Bualu berharap kepada krama untuk senatiasa menjaga adat dan budaya Bali agar tidak tergerus oleh hal-hal moderinasi atau pengaruh negatif dari luar. Apalagi Desa Adat Bualu bersentuhan langsung dengan pariwisata internasional Nusa Dua,” ajaknya. BWN-04





























