Mangupura, baliwakenews.com
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga ruang pengalaman yang menghadirkan suasana hangat bagi penumpang. Momentum Hari Raya Paskah dimanfaatkan untuk menghadirkan nuansa berbeda melalui thematic event yang digelar pada Minggu (5/4/2026).
Di tengah mobilitas penumpang yang tinggi, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menghadirkan pertunjukan paduan suara (koor) dengan lagu-lagu bertema Paskah. Penampilan ini terasa unik karena dipadukan dengan busana adat Bali, menciptakan harmoni antara nuansa religius dan kearifan lokal.
Tak hanya hiburan, sentuhan personal juga dihadirkan melalui pembagian cokelat kepada penumpang. Aksi sederhana ini menjadi simbol kebahagiaan sekaligus bentuk pelayanan yang lebih dekat secara emosional di tengah kesibukan perjalanan udara.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari transformasi layanan bandara yang kini tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga pengalaman penumpang.
“Thematic event seperti ini kami hadirkan untuk memberikan kenyamanan sekaligus pengalaman berkesan bagi seluruh pengguna jasa,” ujarnya.
Agar dapat dirasakan lebih luas, kegiatan ini digelar di empat titik strategis, yakni area keberangkatan dan kedatangan domestik serta internasional. Dengan demikian, suasana perayaan dapat dinikmati sejak penumpang tiba hingga meninggalkan Bali.
Respons positif dari penumpang menunjukkan bahwa pendekatan layanan berbasis pengalaman semakin relevan. Bandara tidak lagi sekadar tempat singgah, tetapi menjadi bagian dari perjalanan wisata itu sendiri.
Ke depan, konsep thematic event akan terus dikembangkan sebagai upaya membangun kedekatan emosional dengan penumpang. Selain memberikan hiburan, langkah ini juga memperkuat citra Bandara Ngurah Rai sebagai bandara yang mengedepankan layanan humanis.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya nyaman, tetapi juga berkesan dan bermakna bagi setiap penumpang,” tambahnya.
Dengan menghadirkan perayaan di ruang publik seperti bandara, Ngurah Rai menegaskan perannya sebagai wajah pertama pariwisata Bali yang tak hanya fungsional, tetapi juga penuh sentuhan budaya dan emosi. BWN-04





























