Mangupura, baliwakenews.com
The Nusa Dua terus memperkuat citranya sebagai destinasi wisata yang ramah bagi semua kalangan. Melalui School Holiday Celebration bertajuk Liburan Nyaman Penuh Makna, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menghadirkan pengalaman liburan sekolah yang edukatif dan inklusif bagi sekitar 600 anak, termasuk anak yatim dan anak berkebutuhan khusus, di Pulau Peninsula, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk menikmati kawasan wisata premium The Nusa Dua secara gratis.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, didampingi Vice President Commercial and Relation The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti, mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut liburan sekolah sekaligus memperingati Hari Anak.
“Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman langsung di The Nusa Dua. Kami mengundang keluarga, anak yatim, hingga anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka juga bisa merasakan suasana dan berbagai aktivitas yang ada di kawasan The Nusa Dua,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan kreatif hasil kolaborasi ITDC bersama tenant, komunitas, dan mitra di kawasan The Nusa Dua. Anak-anak belajar mengenal satwa bersama Bali Safari, mengikuti kegiatan literasi dan seni bersama Jejak Literasi Bali, menikmati sesi storytelling, pertunjukan seni, hingga berbagai permainan interaktif.
Menurut Agus, kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.
Melalui kegiatan bersama Jejak Literasi Bali, peserta diberi kesempatan menuangkan cita-cita dan impian mereka di atas kain putih menggunakan beragam warna. Sementara bersama Bali Safari, mereka dapat berinteraksi langsung dengan satwa seperti elang dan ular.
“Ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi mereka,” katanya.
Kegiatan juga didukung Museum Pasifika, Bali Collection, komunitas lokal, serta berbagai mitra lainnya yang turut menghadirkan pengalaman belajar dan hiburan bagi para peserta.
Antusiasme masyarakat melampaui target panitia. Dari target awal sekitar 400 hingga 500 peserta, jumlah anak yang hadir mencapai sekitar 600 orang.
“Semua kegiatan ini kami berikan secara gratis karena kami ingin anak-anak dan keluarga mendapatkan pengalaman liburan yang menyenangkan di The Nusa Dua,” ujar Agus.
Ia menegaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengubah persepsi bahwa The Nusa Dua hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Menurutnya, kawasan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat dan terus dikembangkan sebagai destinasi yang inklusif dan ramah keluarga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa The Nusa Dua adalah destinasi yang inklusif dan family friendly. Jangan sampai ada anggapan bahwa kawasan ini tidak ramah bagi masyarakat. Semua bisa datang, menikmati suasana, dan mendapatkan pengalaman berwisata di sini,” tegasnya.
Agus berharap School Holiday Celebration dapat menjadi agenda tahunan sehingga semakin banyak anak, termasuk anak yatim dan anak berkebutuhan khusus, dapat merasakan pengalaman liburan yang edukatif dan berkesan di The Nusa Dua. BWN-04

































