Aksi Warga Jimbaran Bikin Pembuang Sampah Kapok, Lewat “Nyanggong” Puluhan Pelaku Tertangkap di Jalur By Pass

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Warga Jimbaran tak lagi tinggal diam menghadapi maraknya aksi buang sampah liar di jalur protokol By Pass I Gusti Ngurah Rai. Melalui aksi “nyanggong” atau berjaga langsung di titik rawan pembuangan sampah, puluhan pelaku akhirnya tertangkap tangan dan dikenai sanksi adat.

Gerakan warga ini viral di media sosial setelah video penjagaan malam hari memperlihatkan masyarakat bersama pecalang dan aparat lingkungan menunggu para pembuang sampah liar yang biasa beraksi saat kondisi jalan sepi.

Salah satu wilayah yang paling aktif melakukan pengawasan adalah Lingkungan Perarudan, Kelurahan Jimbaran. Kawasan tersebut selama ini menjadi langganan tumpukan sampah liar yang dibuang oknum pengendara maupun pelaku usaha kecil pada malam hingga dini hari.

Kepala Lingkungan Perarudan, Made Dharmayasa mengatakan aksi penjagaan mulai dilakukan sejak Senin (4/5/2026) dengan sistem bergilir melibatkan warga, desa adat, pecalang, hingga unsur banjar.

Baca Juga:  KM Bandar Nelayan 188 yang Tenggelam di Samudra Hindia 19 ABK Dijemput Via Benoa

“Hasilnya cukup mengejutkan. Kalau total di wilayah Lingkungan Perarudan, kami menemukan hampir 20 orang pelaku. Banyak di antaranya pelaku usaha kecil seperti penjual lalapan yang membuang sampah saat perjalanan pulang,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, sebagian besar pelaku memanfaatkan titik gelap di jalur By Pass untuk membuang sampah secara sembarangan tanpa dipilah. Padahal, sesuai Perarem Desa Adat Jimbaran, pelaku sebenarnya dapat dikenai denda adat hingga Rp25 juta.

Namun dalam praktiknya, sebagian besar pelaku langsung diminta membawa kembali sampah yang dibuang. Bahkan ada yang dikenai sanksi sosial tambahan berupa kewajiban ikut membersihkan dan mengangkut sampah liar yang sudah menumpuk di lokasi.

Baca Juga:  Kabar Bali United; Bek Asal Amerika Serikat Ini Diminati Suporter, Sudah Cetak 3 Gol

“Tujuannya bukan sekadar menghukum, tapi memberi efek jera sekaligus menanamkan tanggung jawab menjaga lingkungan,” tegas Dharmayasa.

Efek dari aksi “nyanggong” itu disebut langsung terasa. Titik-titik yang sebelumnya rutin dipenuhi tumpukan sampah kini mulai bersih dan nyaris tidak ditemukan lagi pelaku yang berani membuang sampah sembarangan.

“Sejak viral, penurunannya sangat signifikan. Saat penjagaan semalam, sama sekali tidak ada pelaku yang berani membuang sampah di titik rawan By Pass Ngurah Rai wilayah Perarudan,” katanya.

Tak hanya berjaga, warga juga turun tangan membersihkan sampah liar yang telanjur menumpuk di sepanjang jalur protokol Jimbaran. Proses pembersihan dilakukan bersama DLHK Badung dengan sistem pemilahan sebelum sampah diangkut ke TPST Mengwitani.

Baca Juga:  Tak Ada Pos Pengaduan MBG, DPRD Tabanan Khawatir Risiko Keracunan

Karena kondisi sampah sudah bercampur dan berbelatung, warga bahkan harus menggunakan jasa transporter lokal untuk membantu proses pemilahan.

Dharmayasa menegaskan pengawasan akan terus dilakukan bersama lurah, LPM, pecalang, jagabaya, dan masyarakat agar kawasan Jimbaran tetap bersih, terlebih sebagai daerah wisata internasional.

Warga dan pelaku usaha juga diimbau tidak lagi menaruh sampah di depan rumah maupun toko karena dinilai memancing orang lain ikut membuang sampah di lokasi tersebut.

“Kalau belum berlangganan jasa angkut sampah, warga wajib membawa sendiri sampahnya ke titik pengumpulan di Wantilan Kuari Jimbaran dan harus dalam kondisi sudah terpilah,” tandasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR