Bali Makin Padat, 4,5 Juta Orang Lalu-Lalang di Bandara Ngurah Rai, Imigrasi Tingkatkan Layanan dan Pengawasan

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakemews.com

Bandara I Gusti Ngurah Rai kian padat. Dalam empat bulan pertama 2026, lebih dari 4,5 juta orang tercatat keluar-masuk Bali, menandai lonjakan mobilitas internasional yang terus meningkat.

Yang mencolok, sekitar 4 juta di antaranya merupakan warga negara asing (WNA). Angka ini bukan hanya menunjukkan geliat pariwisata, tapi juga tekanan besar terhadap sistem pelayanan di pintu gerbang utama Pulau Dewata.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menyebut tren ini sebagai sinyal kuat bahwa Bali masih menjadi destinasi unggulan dunia, namun di saat yang sama menuntut kesiapan ekstra dari sisi layanan dan pengawasan.

Baca Juga:  Kembangkan Industri Kreatif, Disperindag Bali Canangkan Bali Kerthi Creative Center

“Arus perlintasan orang, baik WNI maupun WNA, menunjukkan peningkatan signifikan. Ini berdampak langsung pada kebutuhan pelayanan yang semakin cepat, akurat, dan efisien,” ujarnya di sela-sela Media Gahtering, Rabu (6/5/2026)

Kenaikan lebih dari 10 persen dibanding tahun lalu mempertegas posisi Bali di peta pariwisata global, bahkan di tengah kebijakan visa yang kini lebih selektif.

Namun di balik lonjakan tersebut, dinamika global ikut memberi dampak. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, misalnya, sempat memicu pembatalan penerbangan oleh sejumlah wisatawan asing.

Imigrasi pun harus bergerak cepat. Salah satu langkah yang diambil adalah kebijakan penghentian fasilitas izin tinggal keadaan terpaksa (ITKT) serta pembebasan biaya overstay nol rupiah bagi WNA terdampak, yang berlaku hingga pertengahan April 2026.

Baca Juga:  Bandara Ngurah Rai Buka Posko Lebaran, Siap Layani 1,1 Juta Penumpang

“Situasi global seperti ini kami pantau secara intensif agar tidak mengganggu stabilitas pelayanan keimigrasian di Bali,” jelas Bugie.

Di tengah lonjakan dan dinamika tersebut, Imigrasi Ngurah Rai kini mengandalkan kolaborasi lintas sektor di bandara. Koordinasi diperkuat bersama Angkasa Pura (InJourney), CIQ (Custom, Immigration, Quarantine), Otoritas Bandara, hingga perwakilan negara asing.

Selain itu, percepatan layanan berbasis teknologi juga menjadi kunci. Penggunaan autogate, e-visa, dan aplikasi Online Indonesia terus dioptimalkan untuk memangkas antrean dan meningkatkan kenyamanan penumpang.

Baca Juga:  Besok Layanan Trans Siswa Dimulai, Paramudi Ikuti Tes Kesehatan dan Narkoba

“Kami dorong pemanfaatan teknologi agar proses pemeriksaan lebih cepat dan efisien, terutama di tengah lonjakan wisatawan seperti sekarang,” katanya.

Lonjakan jutaan perlintasan ini menunjukkan satu hal: Bali sedang berada di puncak arus global. Namun di balik itu, ada tantangan besar bagaimana menjaga keseimbangan antara pelayanan cepat, pengawasan ketat, dan kenyamanan wisatawan di salah satu bandara tersibuk di Indonesia. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR