Mangupura, baliwakenews.com
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi cuaca di daratan Bali relatif aman dari dampak signifikan Siklon Tropis Narelle. Namun, perhatian khusus tetap diberikan pada potensi peningkatan gelombang di perairan selatan.
Prakirawan BMKG Wilayah III, Luh Eka Arisanti menjelaskan, berdasarkan pantauan pada Rabu (25/3/2026) hingga Kamis (26/3/2026), dampak tidak langsung sempat dirasakan di wilayah Bali utara. Sementara di sebagian besar wilayah lainnya, hujan yang terjadi umumnya berkategori ringan hingga sedang.
“Pada Rabu kemarin, wilayah Bali utara terdampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas lebat. Curah hujan paling tinggi tercatat di wilayah Grokgak,” ujarnya.
BMKG memprediksi dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Narelle yang berada di Samudra Hindia barat laut Australia berpotensi meningkat kategorinya. Meski demikian, sistem ini dipastikan tidak akan berdampak langsung ke wilayah Jawa maupun Bali.
“Untuk wilayah daratan Bali tidak terpengaruh signifikan. Namun dampak tidak langsung tetap terasa di wilayah perairan,” jelasnya.
BMKG mencatat tinggi gelombang di perairan selatan Bali berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, sementara kondisi angin masih terpantau dalam kategori normal.
Seiring pergerakan siklon yang semakin menjauh dari wilayah Indonesia, dampak yang ditimbulkan diperkirakan akan berangsur berkurang.
Meski kondisi daratan relatif kondusif, masyarakat terutama nelayan dan pelaku aktivitas laut tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan. BWN-04

































