Denpasar, Baliwakenews.com
Bank Indonesia terus mendorong percepatan transformasi ekonomi digital di Bali sebagai salah satu upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan “Bincang dengan Media” yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini dipimpin Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja dan dihadiri 54 perwakilan media massa di Bali.
Advisor BI Bali, Indra Gunawan Sutarto menyampaikan bahwa transaksi non-tunai di Bali menunjukkan tren yang terus meningkat seiring meluasnya penggunaan layanan pembayaran digital.
Pada tahun 2025, proporsi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui kanal digital di Bali telah mencapai 46,82 persen.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari berbagai program digitalisasi yang dijalankan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan.
Beberapa program yang mendorong percepatan digitalisasi tersebut antara lain Pasar Rakyat Bali Go Digital, Banjar Digital, serta Nusa Lembongan Digital Island.
Selain itu, untuk memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), BI Bali juga menyelenggarakan program “QRIS Takjil War Ramadan 2026” yang digelar di kawasan Kampung Jawa dan Kampung Sunda, Denpasar.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat penggunaan pembayaran digital di kalangan pelaku usaha kecil serta masyarakat selama bulan Ramadan.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga memastikan ketersediaan uang tunai layak edar bagi masyarakat melalui program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri) 2026.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan 12 perbankan dengan menyediakan layanan penukaran uang di 43 titik yang tersebar di Bali melalui 169 kegiatan.
Hingga 3 Maret 2026, program SERAMBI telah melayani sekitar 8.400 penukar uang dengan total nilai penukaran mencapai Rp23,7 miliar.
Selain layanan penukaran uang, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi kepada masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Melalui sinergi yang kuat antara Bank Indonesia Bali, pemerintah daerah, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan, perekonomian Bali diharapkan dapat terus tumbuh secara inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ke depan, BI Bali juga akan terus memperkuat kerja sama dengan media massa untuk memperluas diseminasi informasi terkait perkembangan ekonomi Bali kepada masyarakat. BWN-03































