Mandalika, baliwakenews.com
Indonesia kembali masuk dalam kalender balap internasional GT World Challenge Asia 2026. Pertamina Mandalika International Circuit dipercaya menjadi tuan rumah putaran kedua yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026.
Berdasarkan kalender provisional yang dirilis SRO Motorsports Asia, seri Mandalika digelar setelah putaran pembuka di Sepang International Circuit, Malaysia, pada 4–5 April. Musim 2026 akan berlangsung dalam delapan putaran yang tersebar di Malaysia, Indonesia, Jepang, China, hingga berakhir di Beijing Street Circuit pada 3–4 Oktober.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, mengatakan kembalinya GT World Challenge Asia ke Mandalika menegaskan posisi Indonesia dalam peta sport tourism regional, khususnya balap roda empat kelas GT3.
“Penyelenggaraan ajang ini memberi efek berganda bagi perekonomian daerah dan nasional, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi tim dan pembalap Indonesia tampil di kompetisi regional berstandar internasional,” ujarnya, Rabu (18/2).
Putaran Mandalika akan menggunakan format dua balapan berdurasi satu jam yang menghadirkan persaingan ketat antar pabrikan dan tim profesional maupun Pro-Am. Sejumlah merek ternama seperti Mercedes-AMG, Porsche, Ferrari, Lamborghini, Audi, BMW, Chevrolet, dan Nissan dipastikan ambil bagian dalam musim ini.
Beberapa pembalap yang pernah naik podium di Mandalika musim 2025 dijadwalkan kembali tampil, di antaranya Wei Lu, Alessio Picariello, Bob Yuan, Leo Ye, Anthony Liu, Dorian Boccolacci, Danial Frost, JiaTong Liang, Mike Zhou, dan Ralf Aron.
Selain aspek kompetisi, penyelenggaraan balapan ini dinilai strategis karena digelar pada awal musim, saat tensi persaingan mulai memanas. Mandalika juga menjadi representasi Asia Tenggara dalam kalender balap GT3 internasional.
Dari sisi karakter lintasan, Pertamina Mandalika International Circuit dikenal memiliki kombinasi tikungan cepat dan sektor teknis yang menantang. Berlokasi di kawasan The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sirkuit ini menawarkan panorama Samudra Hindia dan perbukitan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pembalap maupun penonton.
MGPA menilai kehadiran tim internasional, kru, sponsor, serta wisatawan domestik dan mancanegara akan mendorong okupansi hotel, pergerakan UMKM, serta promosi pariwisata Lombok.
Dengan masuknya Mandalika dalam kalender 2026, Indonesia kembali menegaskan komitmennya membangun ekosistem sport tourism berkelas dunia melalui penyelenggaraan event internasional secara berkelanjutan. BWN-04


































