Dentang Kulkul di Pagi Hari, Ajakan Gotong Royong Ibu Putri Koster untuk Bali yang Lebih Bersih

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Pagi itu, suasana Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, terasa berbeda. Dentang kulkul memecah keheningan Minggu pagi, bukan sebagai tanda upacara adat, melainkan panggilan kebersamaan. Warga bergegas keluar rumah, membawa sapu, cangkul, dan semangat gotong royong yang telah lama menjadi denyut kehidupan masyarakat Bali.

Di tengah aktivitas itulah Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, yang digelar rutin setiap minggu pertama setiap bulan, Ibu Putri Koster mengajak seluruh masyarakat Bali meluangkan waktu sejenak cukup satu hari dalam sebulan—untuk membersihkan rumah, halaman, saluran air, hingga lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Berawal Dari Status Di WhatsApp Korban Akhirnya Mengalami Pelecehan Seksual Secara Fisik Dari Oknum Dosen.

“Lingkungan harus menjadi perhatian kita bersama. Cukup sehari saja dalam satu bulan untuk membersihkan rumah, halaman, dan saluran air dari sampah dan rerumputan,” ujarnya saat melakukan kunjungan mendadak ke Desa Temukus, Minggu (1/2/2026).

Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, gerakan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali. Gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi ruh utama yang ingin dibangkitkan, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, khususnya nilai Palemahan—harmoni antara manusia dan alam.

Baca Juga:  Hanura Keluarkan Rekomendasi, Sukrawan Yakin Bisa Rangkul Parpol Lain

Dalam gerakan ini, kulkul atau kentongan bambu kembali difungsikan sebagai alat komunikasi tradisional. Kulkul dibunyikan 15 menit sebelum pukul 06.00 WITA sebagai tanda persiapan. Pola bunyinya pun khas dan sederhana: dua ketukan awal, disusul tiga ketukan berikutnya, diulang sebanyak tiga kali sebagai ajakan berkumpul. Setelah warga berkumpul, dua ketukan kulkul kembali dibunyikan sebagai penanda dimulainya kegiatan gotong royong.

Menurut Ibu Putri Koster, penggunaan kulkul bukan sekadar simbol, melainkan pengingat identitas budaya dan solidaritas sosial masyarakat Bali. Dentangnya menjadi ajakan tanpa kata, namun sarat makna kebersamaan.

Baca Juga:  SD No 4 Kuta akan Dipindah, Lahanya Direncanakan Untuk Tempat Parkir

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan serentak di seluruh desa dan kelurahan se-Bali setiap minggu pertama setiap bulan, mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WITA. Kegiatan meliputi pembersihan halaman rumah, telajakan, jalan lingkungan, hingga fasilitas umum.

Melalui gerakan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat Bali terhadap kebersihan lingkungan semakin tumbuh, sekaligus menjaga warisan budaya gotong royong agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR