Mangupura, baliwakenews.com
Insiden kebakaran yang melanda sebuah bedeng proyek di Jalan Melasti, Banjar Kelod, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Senin (12/1) pagi, kembali menyoroti tingginya risiko kebakaran di area proyek pembangunan yang padat aktivitas dan material mudah terbakar.
Bedeng proyek tersebut dilaporkan terbakar sekitar pukul 10.45 Wita. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan penting akan perlunya penerapan standar keselamatan dan pengawasan ketat di lokasi konstruksi.
Petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Badung langsung dikerahkan ke lokasi hanya beberapa menit setelah laporan diterima. Personel tiba sekitar pukul 11.13 Wita dan segera melakukan pemadaman serta pengamanan area guna mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
“Kami fokus memastikan api tidak menyebar ke lingkungan sekitar, karena lokasi proyek cukup dekat dengan bangunan lain,” ujar Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung, I Wayan Wirya.
Untuk mengendalikan kebakaran, dua unit mobil pemadam dari Pos ITDC BW 20 dan Pos BPG BW 21 diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar satu jam 30 menit hingga situasi dinyatakan aman.
Objek yang terbakar diketahui merupakan bedeng proyek milik Putu Agus (48), yang juga bertindak sebagai pemilik proyek. Meski api berhasil dikendalikan, kerusakan pada bangunan bedeng tidak dapat dihindari. Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait. BWN-04





























