Pura Dibobol, Desa Adat Pecatu Bergerak Pulihkan Kesucian, Upacara Pembersihan Segera Digelar

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Desa Adat Pecatu langsung mengambil langkah pemulihan menyusul peristiwa pembobolan pintu Gedong Dalem di Pura Dalem dan Pura Khayangan yang diduga terjadi pada Selasa (6/1) dini hari. Meski tidak menimbulkan kerugian materi, kejadian ini dipandang sebagai pelanggaran terhadap kesucian tempat ibadah sehingga penanganannya tidak hanya dilakukan secara hukum, tetapi juga secara adat dan spiritual.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada Selasa pagi oleh jro mangku istri saat hendak melaksanakan aktivitas rutin di pura. Saat itu, pintu Gedong Dalem ditemukan dalam kondisi terbuka dan rusak. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa dua pura yang lokasinya berdampingan telah menjadi sasaran pembobolan.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Serahkan Bantuan Pascabencana di Kecamatan Petang dan Abiansemal

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, aktivitas keagamaan di kedua pura masih berjalan normal. “Kemarin masih ada umat yang sembahyang dan nunas tirta. Pagi harinya baru diketahui, sehingga kami menduga kejadian berlangsung pada malam hari,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan desa adat bersama pemangku tidak menemukan adanya barang berharga yang hilang. Namun, kondisi bagian dalam Gedong Dalem terlihat berantakan, mengindikasikan adanya upaya pencarian benda bernilai. “Barang tidak ada yang hilang, hanya diacak-acak,” jelas Sumerta.

Selain itu, ditemukan pula kamera CCTV yang dirusak hingga patah, meskipun sebelumnya telah terpasang di area pura. Fakta ini menguatkan dugaan bahwa aksi tersebut dilakukan dengan sengaja dan terencana.

Baca Juga:  Langkah Preventif, Terminal Internasional Ngurah Rai Dipasangi Pamflet 'Do and Don't'

Meski aparat kepolisian telah menangani kasus ini, Sumerta menegaskan bahwa desa adat memandang kejadian tersebut sebagai persoalan kesucian. Oleh karena itu, upacara pembersihan akan dijadwalkan sebagai bentuk pemulihan secara niskala. “Ini bukan soal harga atau barang. Dalam ajaran Hindu, jika terjadi peristiwa seperti ini, ada proses penyucian yang wajib dilakukan,” tegasnya.

Dari sisi penegakan hukum, peristiwa ini telah dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Pecatu dan Polsek Kuta Selatan (Kutsel). Bhabinkamtibmas Desa Pecatu, I Nyoman Budiantara, mengatakan pihak kepolisian telah menerjunkan anggota Buser untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta menelusuri rekaman CCTV yang masih dapat diakses.

Baca Juga:  Suyasa Apresiasi Tulus Ikhlas Krama Melaksanakan Yadnya  di Pura Dalem Babadan Petilik

“Dari rekaman CCTV, sekitar pukul 00.25 Wita terlihat adanya perusakan kamera pengawas di area Utama Mandala Pura. Saat ini kami menyisir kronologis pergerakan pelaku dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” ujarnya.

Hingga kini, kepolisian memastikan tidak ada barang yang hilang, sementara proses penyelidikan terhadap pelaku masih terus berlanjut. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR