Gianyar, baliwakenews.com
Tingginya angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Bali, yang konsisten masuk dalam 10 besar nasional selama sedekade terakhir, memicu langkah preventif dari akademisi kesehatan. Pada 3 Oktober 2025, dr. Putu Saraswati Laksmi Dewi, Sp.PD, menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa (Unwar) di Banjar Geria, Desa Melinggih, Payangan, Gianyar.
Kegiatan ini menyasar kelompok ibu-ibu pekerja yang memiliki peran sentral dalam menjaga kesehatan lingkungan keluarga. Selain edukasi kesehatan, program ini juga menyentuh aspek kesetaraan gender dan kemandirian ekonomi melalui manajemen keuangan.
Dalam wawancaranya, dr. Saraswati menjelaskan bahwa pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan petugas kesehatan, tetapi memerlukan partisipasi aktif masyarakat untuk memutus rantai penularan virus Dengue.
“Kunci utama pencegahan DBD adalah mengeradikasi jentik nyamuk sebagai vektor pembawa virus. Melalui pelatihan ini, kami memberdayakan ibu-ibu untuk mampu mendata barang-barang di rumah tangga yang berpotensi menjadi kontainer atau tempat perindukan nyamuk,” ucap Saraswati.
Hasil pendataan mandiri oleh para ibu ini nantinya akan diinformasikan kepada petugas Pemantau Jentik (Jumantik) setempat. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan seluruh titik rawan perindukan nyamuk terpantau secara optimal dan akurat.
Mengingat status pendidikan di wilayah tersebut yang masih relatif rendah, edukasi diberikan secara mendalam mengenai bahaya infeksi Dengue. Mengutip data tahun 2023, terdapat lebih dari 114.720 kasus di Indonesia dengan angka kematian mencapai 894 jiwa. Faktor lingkungan, perilaku, dan sanitasi menjadi fokus utama yang didiskusikan bersama warga.
Selain masalah kesehatan fisik, Saraswati juga memberikan perhatian pada peran perempuan dalam ekonomi keluarga. Para ibu-ibu pekerja di Banjar Geria diberikan pelatihan penyusunan pembukuan sederhana.
“Kami ingin para ibu tidak hanya melek kesehatan, tetapi juga cerdas secara finansial. Pelatihan membuat neraca keuangan yang baik bertujuan agar mereka bisa mengelola pendapatan dari bertani, beternak, maupun berdagang dengan lebih terstruktur,” tambahnya.
Melalui pendekatan holistik ini, diharapkan warga Banjar Geria tidak hanya terhindar dari ancaman DBD, tetapi juga mengalami peningkatan kualitas hidup melalui kesetaraan peran dalam rumah tangga dan stabilitas ekonomi yang lebih baik. BWN-03
































