Mangupura, baliwakenews.com
Deretan troli bagasi sudah memenuhi lorong terminal keberangkatan. Suara roda koper berpacu dengan pengumuman keberangkatan yang menggema, bercampur dengan tawa anak-anak yang baru bangun tidur. Aroma kopi dari kafe di sudut terminal jadi pelengkap suasana, hari baru dimulai, tapi bandara ini sudah sibuk sejak subuh.
Juli 2025 menjadi bulan yang tak terlupakan bagi pintu gerbang utama Pulau Dewata ini. Selama sebulan, lebih dari 2,35 juta penumpang melintas, angka tertinggi sejak awal tahun. Rata-rata, 76 ribu orang per hari keluar masuk Bali. Puncaknya terjadi pada 11 Juli, saat 79 ribu penumpang dan 441 pergerakan pesawat membuat bandara benar-benar full house.
“Demand masyarakat untuk ke Bali sangat tinggi. Rata-rata harian di Juli bahkan melampaui libur Tahun Baru dan Lebaran,” kata General Manager Bandara Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, Senin (11/8/2025).
Suasana padat tak hanya terasa di darat. Di udara, lalu lintas juga meningkat. Sepanjang Juli, tercatat 13.127 pergerakan pesawat—naik 11% dibanding rata-rata semester pertama. Rutenya hampir imbang 6.070 penerbangan domestik dan 7.057 internasional.
Dari seluruh destinasi, Jakarta masih menjadi juara rute domestik, sementara Singapura dan Kuala Lumpur memimpin di kategori internasional. “Tantangannya banyak, tapi komitmen kami tetap, memberi pengalaman terbaik bagi semua penumpang,” tegas Syaugi.
Sejak Januari hingga Juli, total 13,78 juta penumpang sudah melintas. Dan setiap senyum, koper, dan langkah kaki yang melewati pintu imigrasi adalah cerita tentang bagaimana Bali, meski berulang kali dikunjungi, tak pernah kehilangan pesonanya.
Di tengah riuhnya terminal, satu hal terasa jelas, Bandara Ngurah Rai adalah pintu gerbang yang tak pernah tidur, dan Bali adalah magnet dunia yang selalu menarik hati untuk kembali. BWN-04






























