Mangupura, baliwakenews.com
Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan dana APBD 2025 senilai Rp15,7 miliar untuk merevitalisasi Museum Yadnya, yang terletak di kawasan Pura Taman Ayun, Mengwi. Tak sekadar renovasi fisik, museum ini akan bertransformasi menjadi “museum hidup”, tak hanya memamerkan koleksi seni dan upakara Hindu, tetapi juga menjadi ruang aktif untuk pelaksanaan upacara Manusa Yadnya, seperti pernikahan dan metatah (potong gigi).
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha menjelaskan, revitalisasi ini bertujuan mengintegrasikan Museum Yadnya dengan Pura Taman Ayun dan pengembangan desa wisata Mengwi. “Selama ini museum sudah bagus, tetapi ke depan ingin lebih fungsional. Masyarakat bisa menggelar upacara adat di sini, sekaligus tetap belajar tentang budaya melalui koleksi yang ada,” ujarnya, Senin (9/6).
Proyek yang masih dalam tahap lelang ini akan menyulap museum menjadi destinasi interaktif. Selain ruang pameran, akan dibangun stage untuk pentas seni dan area riverside di sisi timur yang memanfaatkan pemandangan Pura Taman Ayun. “Kita siapkan tempatnya dulu, nanti bisa untuk pertunjukan rutin,” tambah Sudarwitha, mantan Camat Petang itu.
Revitalisasi Museum Yadnya mencerminkan upaya Pemkab Badung untuk melestarikan budaya Bali secara dinamis. Konsep “museum hidup” dipilih agar generasi muda tak hanya melihat artefak, tetapi juga merasakan langsung praktik tradisi. “Ini bukan untuk bisnis, tapi membantu masyarakat mengakses ruang budaya,” tegas Sudarwitha.
Dengan anggaran Rp15,7 miliar, proyek ini termasuk dalam prioritas pembangunan pariwisata berbasis budaya di Badung. Jika berjalan lancar, Museum Yadnya akan menjadi contoh bagaimana warisan budaya bisa tetap relevan di era modern, tanpa kehilangan rohnya. BWN-05

































