Stroke Bisa Terjadi pada Bayi Baru Lahir, Ini Gejala dan Dampaknya

Iklan Home Page

Jakarta, baliwakenews.com – Seorang bayi yang tampak sehat saat lahir ternyata bisa mengalami stroke dalam hitungan hari setelah dilahirkan. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai stroke neonatal, yakni gangguan aliran darah ke otak yang terjadi pada bayi baru lahir, biasanya dalam 28 hari pertama kehidupannya.

Meski jarang, stroke neonatal bukan kasus langka di ruang perawatan intensif neonatal. “Gejalanya sering kali tidak langsung terdeteksi karena berbeda dari stroke pada orang dewasa,” kata salah seorang dokter spesialis anak dari FKUI-RSCM, dalam wawancara beberapa waktu lalu. Kejang, lemahnya gerakan satu sisi tubuh, atau bahkan hanya kesulitan menyusu bisa menjadi tanda awal.

Baca Juga:  Kolaborasi Nyata BI dan Pemerintah Mewujudkan Bali Pulau Digital, BI Gelar Baligivation 2025

Penyebab stroke pada bayi bisa bermacam-macam. Di antaranya adalah sumbatan pembuluh darah akibat gumpalan darah dari plasenta atau tali pusat, kelainan jantung bawaan, komplikasi persalinan, hingga infeksi pada ibu selama kehamilan. Beberapa kasus juga terkait dengan gangguan pembekuan darah yang bersifat genetik.

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan pencitraan otak seperti MRI atau CT scan, terutama jika ditemukan kejang yang tidak jelas penyebabnya. Tes EEG juga bisa dilakukan untuk mendeteksi gangguan aktivitas listrik di otak bayi.

Dampak stroke neonatal sangat bergantung pada seberapa parah kerusakan otak yang terjadi dan bagian mana yang terdampak. Beberapa bayi bisa tumbuh dan berkembang normal, namun sebagian lain berisiko mengalami gangguan motorik, seperti cerebral palsy, atau kesulitan belajar di masa depan.

Baca Juga:  Kecanduan Tembakau Gorila, Pemuda Asal Jimbaran Ditangkap Polisi

Penanganan dini sangat menentukan. Terapi fisik dan pemantauan tumbuh kembang secara berkala merupakan bagian penting dari proses pemulihan jangka panjang. Dalam beberapa kasus, penggunaan obat antikejang atau pengencer darah juga diperlukan, terutama bila ada risiko stroke berulang.

Meski kondisi ini belum banyak dikenal publik, sejumlah studi di Eropa dan Amerika menunjukkan prevalensinya berkisar antara 1 dari 4.000 kelahiran hidup. Di Indonesia, belum banyak data resmi terkait jumlah kasus stroke neonatal, namun dokter anak menyarankan orang tua untuk lebih waspada terhadap gejala neurologis pada bayi.

Baca Juga:  Gubernur Koster Dukung Bali Jadi Host Kejuaraan Catur Asia Kelompok Umur

Stroke neonatal adalah pengingat bahwa kelahiran bukan akhir dari perjalanan medis seorang bayi. Justru di hari-hari awal kehidupannya, perhatian intensif terhadap gejala-gejala kecil bisa menjadi pembeda antara pemulihan penuh atau gangguan jangka panjang. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR