Jakarta, baliwakenews.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 1,2 miliar orang di dunia hidup dengan hipertensi. Di Indonesia, prevalensi penyakit ini terus meningkat, terutama di kelompok usia produktif.
Hipertensi dikenal sebagai “silent killer” karena sering kali tidak menunjukkan gejala jelas. Namun jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari stroke hingga gagal jantung.
Penyebab Hipertensi
Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ratna Dewi, mengatakan bahwa hipertensi bisa disebabkan oleh berbagai faktor. “Paling umum adalah pola makan tinggi garam, kurang olahraga, dan stres,” kata Ratna saat ditemui di Jakarta, Selasa, 15 April 2025.
Beberapa faktor risiko lain yang turut berkontribusi terhadap hipertensi antara lain obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan riwayat keluarga. Faktor usia juga berperan: semakin tua seseorang, semakin besar risikonya.
Risiko dan Komplikasi
Jika tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat merusak organ vital. Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung koroner dan stroke di Indonesia.
Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat memicu gangguan ginjal dan kerusakan retina yang berdampak pada penglihatan. “Pasien sering datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi komplikasi, padahal hipertensinya tidak pernah diperiksa,” ujar Ratna.
Pencegahan
Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan perubahan gaya hidup. Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain mengurangi asupan garam, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal.
Pemeriksaan tekanan darah secara berkala disarankan, terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun. “Cek tekanan darah itu sederhana, tapi bisa menyelamatkan nyawa,” kata Ratna. BWN-01































