baliwakenews.com-Klaim yang menyebutkan bahwa mandi dengan air dingin, terutama dengan menyiram kepala terlebih dahulu, dapat menyebabkan stroke adalah tidak benar dan tidak didukung oleh bukti ilmiah. Para ahli menegaskan bahwa stroke lebih berkaitan dengan faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan gaya hidup yang tidak sehat.
Oleh karena itu, penting untuk lebih kritis dalam menerima informasi kesehatan di media sosial dan selalu mengacu pada sumber medis yang kredibel sebelum mempercayai atau membagikan informasi yang belum terverifikasi.
Klaim: Mandi Air Dingin Bisa Sebabkan Stroke
Menurut unggahan yang viral, ketika seseorang membasuh kepalanya terlebih dahulu dengan air dingin, tubuh akan merespons dengan mengalirkan lebih banyak darah ke area kepala untuk menyeimbangkan suhu. Akibatnya, terjadi lonjakan tekanan yang bisa menyebabkan pembuluh darah pecah dan memicu stroke.
Klaim ini bukan pertama kalinya muncul. Sebelumnya, narasi serupa juga ramai diperbincangkan di Facebook pada September 2018 dan kembali muncul pada 2020. Namun, apakah ada bukti medis yang mendukung anggapan ini?
Fakta: Tidak Ada Bukti Ilmiah yang Mendukung
Seorang ahli ilmu saraf dari Monash Health, Thanh Phan, membantah klaim tersebut. Kepada AFP pada 4 Oktober 2020, Phan menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa urutan mandi—terutama menyiram kepala terlebih dahulu dengan air dingin—berhubungan langsung dengan risiko stroke.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mayoritas kasus stroke disebabkan oleh gumpalan darah yang menghalangi aliran darah ke otak. Gumpalan ini biasanya berasal dari jantung atau pembuluh darah besar seperti arteri karotis, bukan dari perubahan suhu tubuh akibat mandi air dingin.
Senada dengan Phan, Profesor Bruce Campbell, Ketua Dewan Klinis di Stroke Foundation, juga menyatakan bahwa tidak ada penelitian medis yang menghubungkan kebiasaan mandi dengan stroke.
Faktor Risiko Stroke yang Sebenarnya
Alih-alih karena mandi air dingin, risiko stroke lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor kesehatan yang lebih jelas dan terbukti secara medis. Bruce Campbell menjelaskan bahwa untuk mengurangi risiko stroke, seseorang perlu:
Mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol
Menerapkan pola makan sehat
Menghindari rokok dan alkohol
Rutin berolahraga
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. BWN-01





























