Badung, baliwakenews.com
Seperti diketahui dalam sejarah, baru kali ini Pilkada di Badung Petahana berhadapan dengan kotak kosong (Koko). Hal ini membuat Ketua Tim Pemenangan Petahana (Giriasa), IGN Anom Gumanti, SH harus mencari formula yang tepat menghadapi fenomena Koko ini. Meski di atas kertas diakuinya Paslon andalannya sangat unggul, namun dia tidak mau berleha-leha apalagi bertepuk dada. Oleh karenanya pihaknya sudah bergerak agar target 92,5 persen yang dicanangkan bisa tercapai. “Selaku Ketua Tim saya harus optimis, dan memang sangat optimis target 92,5 persen ini akan tercapai,” tegas Tokoh Masyarkat Kuta ini.
Pria tinggi jangkung yang dikenal sangat dekat dengan masyarakat Kuta dan Badung ini memang bukanlah orang baru di dunia perpolitikan di Badung. Bahkan boleh dibilang sudah kenyang pengalaman dalam dunia politik. Karena selain sebagai kader senior di PDIP, pria suka humor ini juga sudah tiga kali dipercaya mewakili masyarakat Kuta untuk duduk di kursi DPRD Badung. Bukan itu saja, dia juga dipercaya induk partainya untuk memegang posisi strategis sebagai Ketua Fraksi PDIP di Dewan Badung.
Mungkin atas pertimbangan inilah dia dipercaya mengemban tugas besar sebagai “panglima perang” memenangkan Giriasa untuk kembali memimpin Badung.
Terus terang diakuinya ketika pertama kali ditunjuk sebagai ketua tim, masih belum terbayang akan langkah yang diambil, karena yang dihadapi adalah fenomena Koko. Namun diapun harus mengambil langkah cepat karena berlomba dengan waktu. Karenanya langkah pertama yang dilakukannya adalah melakukan koordinasi dengan KPU dan Bawaslu, kedua memahami dan tunduk akan aturan yang ada tentang mekanisme Pilkada dalam situasi Pandemi dan juga terkait dengan lawannya koko ini. Terkait optimisme target 92,5 persen tercapai, selain dari hitungan di atas kertas juga berdasarkan hitung-hitungan di lapangan. Dimana hal ini dilihat dari jumlah kursi dewan dari partai koalisi. Apalagi ditambah dengan partai baru sebagai pendukung seperti PBB dan Hanura serta lainnya. Namun demikian dia menegaskan tidak mau terbuai apalagi menepuk dada akan hal tersebut. “Selaku Ketua Tim Pemenangan saya harus optimis, namun tidak mau tepuk dada,” ujarnya.
Apalagi tantangannya adalah situasi pandemi ini dan juga ada masyarakat yang menyampaikan tentang Koko. Memang itu merupakan aspirasi yang ada di masyarakat. Hal inilah yang menjadi tantangan pihaknya untuk meraih simpati masyarakat agar memilih Giriasa. “Jadi ini tantangan kami dan juga yang menjadi target kami adalah bagaimana menyadarkan masyarakat untuk datang dan memilih petahana (Giriasa),” paparnya.
Dia juga menegaskan kalau timnya sudah bergerak melakukan konsolidasi dengan partai koalisi yang dijabarkan nantinya per kecamatan, per desa bahkan Per TPS. Apalagi secara struktur partai ada sampai ke tingkat banjar dan sudah terkoordinasi. Belum lagi ada kelompok-kelompok masyarakat semacam relawan yang juga didorong bersama-sama aktif meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada kali ini. Anom Gumanti mengaku menyadari dalam situasi pandemi seperti ini ada masyarakat yang kecewa dan mungkin belum mendapat sosialisasi. “Menurut saya yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah terkait legitimasi pemimpin yang sudah diatur dalam Undang-undang. Karena ketika terjadi kekosongan kekuasaan yang akan rugi adalah masyarakat. Ini harus menjadi pemikiran bersama,” ajaknya.
Oleh karenanya Badung ini harus dipikirkan bersama seluruh masyarakatnya. Sebagai warganegara, tegas dia memang memiliki hak untuk dipilih dan memilih. “Hak untuk dipilih kan sudah ada calon, nah tinggal sekarang memanfaatkan hak untuk memilih,” ujarnya sembari berharap hal ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebab kalau sebagai masyarakat bersifat apatis, maka akan kembali terkait dengan legitimasi kepemimpinan di Badung. Karenanya dia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan hak pilihnya dengan datang ke TPS Desember nanti.
Sebab penyelenggara pemilu sudah mempersiapkan secara matang terkait protokol kesehatan yang harus disiapkan. Baik itu terkait cuci tangan maupun waktu melakukan pencoblosan sudah diatur agar tidak menjadi klaster baru covid-19. Dia juga mengajak masyarakat untuk melihat selama periode kepemimpinan petahana yang telah dilakukan untuk masyarakat Badung. ‘Kan semua sudah dilakukan, mari kita berpikir jernih untuk kemajuan Badung ke depannya. Sedangkan kotak kosong apa yang dilakukan,” ajaknya sembari mengaku akan berkoordinasi dengan KPU terkait aturan berkampanye yang telah ditetapkan agar tidak sampai menyalahi aturan. BWN-04


































