Kutsel, baliwakenews.com
Progres rencana penanganan keretakan tebing Pura Uluwatu kini memasuki tahap tender. Berdasarkan situs LPSE Badung mencantumkan kalau penanganan keretakan tebing telah memasuki tahapan open tender dengan kode tender 8872113. Tender ini meliputi pengerjaan Pembangunan Seawall dan Bangunan Pengaman Pantai Lainnya – Belanja Modal Bangunan Pengaman Sungai/ Pantai dan Penanggulangan Bencana Alam – Penanganan Tebing Retak di Pura Uluwatu Kecamatan Kuta Selatan.
Sedangkan jenis Pengadaan yaitu Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi, dengan Metode pengadaan Tender – Prakualifikasi Dua File – Sistem Nilai. Dalam situs ini juga diungkapkan Proyek tersebut memiliki nilai pagu Rp82.852.177.000 yang bersunber dari APBD Badung 2024, dengan nilai HPS paket Rp82.852.176.973.
Kepala Bidang Sumber Daya Air selaku PPK dari Dinas PUPR Badung, AA Rama Putra Dikonfirmasi akan hal ini, Selasa (2/5/2024) membenarkan progres tersebut. Rama Putra mengungkapkan sejauh ini sudah ada sebanyak 31 rekanan yang mengajukan penawaran tender pengerjaan proyek ini. “Proses pengerjaan nanti akan dilakukan menggunakan metode Pekerjaan Konstruksi Rancang Bangun (Design and Build),” ucapnya.
Dalam metode rancang bangun ini pihak pemenang tender bersama KSO akan memaparkan bagaimana perencanaan mereka. Mulai dari desain dan pelaksanaan di lapangan. “Pengerjaan proyek ini tentu harus mempertimbangkan kajian batimetri, hydrologi dan kekuatan arus,”inbuhnya.
Nilai dari proses tersebut juga akan dievaluasi dengan metode manajemen konstruksi dengan pendampingan tim ahli dari Unud. Diman Tim ahli akan melakukan penilaian konstruksi dan PUPR melakukan penilaian pengajuan penawaran.
Proses tender pengerjaan penanganan keretakan tebing di Pura Uluwatu telah dimulai sejak tanggal 22 April 2024 lalu. Saat ini masih dalam tahapan prakualifikasi, dan penetapan pemenang tender akan diperoleh pada awal Juli 2024, untuk segera dilakukan pengerjaan di lapangan. “Sekarang kami sedang melakukan evaluasi desain dan ahli perencana dari kontraktor yang lolos. Yang mana yang bagus, efisien dan afektif ini yang akan kita pilih yang terbaik,” jelasnya.
Rencananya Proyek ini akan dikerjakan selama 1 tahun anggaran. Fokus dari pengerjaan adalah penguatan fondasi dasar tebing, untuk meredam hantaman gelombang dan arus. “Pengerjaannya memang relatif sedikit, namun dengan metode yang cukup sulit. Seperti pembuatan jalan inspeksi material, revertmen, pembuatan break water, maupun pengecoran pada titik tertentu di bawah tebing,” jelasnya.
Sedangkan untuk di atas tebing, masih dalam proses pertimbangan. “Berdasarkan hasil kajian penelitian Unud, diketahui tidak ada keretakan tebing baru (kondisi diam tidak ada pergerakan tebing). Keretakan yang mencuat selama ini di piblik diperkirakan keretakan yang terjadi puluhan tahun yang lalu,” bebernya.
Meski begitu sebagai antisipasi, kemungkinan akan dipasang semacam kawat bendrad yang dipasang seolah menggendong tebing. Hal ini untuk mengantisipasi munculnya serpihan tebing akibat faktor terpaaan angin (faktor korosi tebing). BWN-04





























