Denpasar, baliwakenews.com
Suasana Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali mendadak riuh usai terdengar suara tembakan, Senin (31/8) sekitar pukul 19.45. Tak berselang lama sejumlah jaksa turun dari lantai dua memopong mantan Kepala BPN Kota Denpasar, Tri Nugraha (53) dalam kondisi berlumuran darah.
Dengan tubuh tak bergerak, mantan pejabat yang terjerat perkara dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu, dilarikan ke rumah sakit Bross, Renon, Denpasar. “Dia menembak dirinya di Kejaksaan Tinggi Bali,” kata salah seorang jaksa di lokasi.
Awalnya, Tri Nugraha menjalani pemeriksaan di lantai dua Kejaksaan Tinggi Bali. Kemudian dia menjalani pemeriksaan medis. Usai diperiksa, dia digiring menuju mobil tahanan menuju Lapas Kerobokan. “Dia meminta ijin ke toilet. Dan tiba-tiba saat dia berada di dalam toilet terdengar suara letupan senjata,” bebernya.
Kemudian petugas kejaksaan dan polisi yang berjaga di luar toilet masuk dan melihat Tri Bersimbah darah.
Wakajati Bali, Asep Maryono membenarkan bahwa Tri Nugroho telah meninggal dunia. “berdasarkan informasi dokter yang kami terima, Tri Nugroho sudah meninggal dunia,” tegasnya. BWN-01
































