Legian, baliwakenews.com
Tiga tahun belakangan keuntungan Perumda Air Minum ( Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung, terus mengalami peningkatan. Disisi lain pelayanan belum dapat maksimal karena kendala debit air yang terus menurun.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama Badung, I Wayan Suyasa, dalam jumpa pers pada Jumat 23 Februari 2024, di Fairfield Hotel, Legian Kuta. Dikatakan saat ia menjabat keuntungan Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung tahun 2021 keuntungan sebesar Rp1,3 Miliar, pada 2022 menjadi Rp 16,4 Miliar dan 2023 mencapai Rp 46 Miliar (belum audit).
“Jadi setiap tahun ada peningkatan beberapa miliar, nah dari keuntungan itu biasanya kami setor ke PAD 55%. Untuk tahun 2023, belum ada keputusan karena kami akan membangun kantor baru,” ungkapnya didampingi Dirtek Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung, Made Suarsa.
Dikatakan peningkatan keuntungan berbanding lurus dengan perkembangan pariwisata di kabupaten Badung. Namun demikian peningkatan kebutuhan masyarakat, tidak dapat dilayani secara maksimal karena sejumlah kendala. “Kendal terbesar kami adalah penurunan debit air, di sisi lainnya kebutuhan masyarakat terus meningkat. Nah, itulah yang menyebabkan penurunan terhadap pelayanan sehingga terganggu,” tukasnya.
Penurunan debit air dicontohkan di mata air Sulangai atas yang mana awalnya debit air 4 liter per detik, bulan lalu 1,9 liter per detik dan hari ini menurun lagi 1,45 liter per detik. Begitu juga dengan sumber mata air lainnya, terus mengalami penurunan debit air.
Sudah barang tentu ini berdampak pada pelayanan. Apa yang menyebabkan hal ini? Adalah tidak terlepas dari perkembangan pariwisata itu menambah meningkatkan pendapatan kita namun di sisi lain dampak negatif juga lingkungan perlu dijaga karena perkembangan-perkembangan itu posisi tanah-tanah produktif sudah mulai berkurang, sumber-sumber air atau resapan air berkurang.
“Apa langkah dari PDAM? kita membuat sumur pemanenan air hujan. Program ini kemarin sudah kami launching atau kami selesaikan di Puspem Badung kami buat 2 sumur dengan kedalaman sumurnya adalah 32 meter. Artinya bagaimana air itu tidak sampai keluar di lingkungan,” ucapnya.
Program yang bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bali ini berfungsi salah satunya mengurangi banjir. “Sumur pemanen hujan ini kalau kita taruh di hulu, dia akan menyimpan air tanah sehingga air tanah akan tersimpan banyak dan jika di pesisir dia akan menyetop intrupsi air laut. Jadi pemanfaatan air bawah tanah harus diimbangi dengan penyimpanan air bawah tanah, itu harus berbanding lurus sehingga tidak terjadi kekurangan air di bawah dan masuk air laut sehingga terjadi intrupsi air laut dan tanah menjadi kering,” tandasnya.
Lebih lanjut disampaikan program Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung tahun 2024 diantaranya bagaimana pelayanan di Selatan dan lainnya bisa tercover. Program lainnya adalah penghijauan dilakukan setiap akhir tahun saat musim hujan. BWN-03





























