Penemuan Pergeseran Terjemahan dalam Novel “Crazy Rich Asians” oleh Kevin Kwan Menjadi “Kaya Tujuh Turunan”

Iklan Home Page

Oleh: I Gusti Vishnu Vedanta ( Mahasiswa Fakultas Sastra Unwar)

Dalam dunia penerjemahan sastra, terkadang muncul situasi di mana kata-kata atau frasa dalam bahasa asal suatu karya harus diadaptasi dengan cermat agar bisa dipahami dan dirasakan oleh pembaca dalam bahasa yang dituju. Salah satu contoh menarik dari pergeseran semacam itu terjadi dalam terjemahan novel populer “Crazy Rich Asian” karya Kevin Kwan. Versi terjemahan ini telah mengalami perubahan yang cukup signifikan, dengan judul yang semula “Crazy Rich Asian” diterjemahkan menjadi “Kaya Tujuh Turunan”.

Novel yang aslinya memperoleh popularitas internasional karena gaya ceritanya yang menggabungkan komedi romantis dengan kilasan budaya dan mewah, membuka jendela pada kehidupan para kaum elit di Asia dan Amerika Serikat. Ketika novel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris, judul “Crazy Rich Asian” telah menjadi ciri khas dan merujuk pada kelompok karakter yang mengeksplorasi kekayaan dan kompleksitas hubungan dalam cerita. Namun, dalam proses penerjemahan ke bahasa Indonesia, tampaknya ada keputusan kreatif untuk merespons nuansa dan makna yang mungkin berbeda dalam konteks budaya Indonesia diantaranya sebagai berikut: Bahasa Asal: In her childhood days, Astrid always disappeared from Singapore during the school holidays, and though Felicity had trained her daughter never to boast about her trips. (Kwan, 2014: 72). Bahasa Target: Pada hari-hari masa kecilnya, Astrid selalu menghilang dari singapura selama liburan sekolah, sekalipun Felicity telah melatih putrinya agar tidak menyombongkan perjalanan mereka. (Kristanto, 2016: 75).

Baca Juga:  Ditikam Pisau Usai Pesta Arak, Buruh Proyek di Denpasar Kritis

Pergeseran level terjadi pada contoh diatas, struktur had + Past Participle dalam bahasa sumber diterjemahkan menjadi leksis telah dalam bahasa sasaran. Ini berarti pergeseran level terjadi dari tata bahasa ke leksis. Pergeseran ini terjadi karena dalam bahasa Inggris terdapat Past Perfect Tense. Oleh karena itu, untuk menyatakan aktivitas yang terjadi sebelum waktu tertentu di masa lampau, maka digunakan pola had + Past Participle.

Baca Juga:  Masih Dirawat di RS, Sopir Avanza Maut Belum Diperiksa Polisi

Bahasa Asal: They were eating European style, so it would be four courses, and here that meant one course per hour. (Kwan, 2014: 97). Bahasa Target: Mereka sedang makan gaya eropa, jadi aka nada empat hidangan, dan disini, itu artinya satu hidangan per jam. (Kristanto, 2016: 99). Struktur dari were + Past Participle dalam bahasa sumber diterjemahkan menjadi leksis sedang dalam bahasa sasaran. Ini berarti pergeseran level terjadi dari tata bahasa ke leksis. Pergeseran ini terjadi karena dalam bahasa Inggris, untuk menyatakan suatu proses atau kegiatan yang sedang berlangsung di masa lampau dengan Past Continuous Tense dinyatakan dengan was/were + Past Participle.

Data diatas membuktikan bahwa dalam dunia penerjemahan, menemukan keseimbangan antara kesetiaan terhadap teks asli dan adaptasi untuk audiens lokal selalu menjadi tantangan. “Kaya Tujuh Turunan” mungkin adalah salah satu contoh yang menggambarkan bahwa penerjemahan bukanlah sekadar menggantikan kata demi kata, tetapi juga menciptakan karya baru yang dapat menghantarkan pesan dan nuansa yang sama, jika tidak lebih, kepada pembaca di berbagai budaya.

Baca Juga:  Bantu Perekonomian Keluarga di Tengah Pandemi, Ini yang Dilakukan Anggota HWDI

Dalam akhirnya, pergeseran penerjemahan dari “Crazy Rich Asian” menjadi “Kaya Tujuh Turunan” adalah sebuah pengingat bahwa bahasa adalah dinamis dan selalu berubah sesuai konteks. Ini juga mengajarkan kita bahwa setiap kata memiliki kekuatan untuk membentuk persepsi dan interpretasi yang berbeda. Dalam hal ini, penerjemahan adalah jembatan yang menghubungkan cerita dari satu budaya ke budaya lainnya, sambil mempertahankan esensi yang membuat cerita begitu menarik. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR