Air Terjun Bengbengan, Surga Tersembunyi di Lemukih

Iklan Home Page

Singaraja, baliwakenews.com

Buleleng terkenal kaya akan keindahan alam, utamanya alam pedesaan. Salah satu desa yang memiliki potensi keindahan alam tersebut adalah Desa Lemukih di Kecamatan Sawan.

Desa Lemukih merupakan salah satu desa yang saat ini masih terjaga keasriannya. Sepanjang jalan desa terdapat hamparan pohon cengkeh, kopi, manggis yang memanjakan mata kita untuk melihatnya.

Desa ini memiliki luas wilayah 39,70 km persegi dengan jumlah penduduk 4.335 orang yang sebagian besar bermata pencarian sebagai petani. Melihat potensi yang dimiliki, Desa Lemukih kini sedang mengembangkan Daerah Tujuan Wisata (DTW) diantaranya, Air Terjun Fiji, Gerombong, Ikut Sampi, Yeh Mampeh, Lalang dan Bengbengan.

Salah satu anggota Bumdes Lemukih, Ketut Susila, saat ditemui Sabtu 16 September 2023 menyampaikan, bahwa Desa Lemukih kini sedang mengembangkan Air Terjun Bengbengan. Air Terjun Bengbengan awalnya bernama Brembengan (jurang).

Baca Juga:  Data Bansos Bakal Disisir Ketat! Buleleng Uji Sistem Digital yang Bisa Lacak Aset Penerima

Ketut Susila menambahkan, akses jalan menuju air terjun berjarak 1 Kilo Meter dari Kantor Desa Lemukih dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua dengan parkir di Banjar Nangka. Selanjutnya, pengunjung melewati jalan setapak dengan puluhan anak tangga yang berjarak 100 meter sampai ke air terjun.

“Sepanjang jalan setapak, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan panorama yang indah dan sejuk,” ucapnya.

Dengan posisi lokasi air terjun, wisatawan yang hobi tracking wajib untuk mencobanya. Adapun ketinggian Air Terjun Bengbengan kurang lebih 50 meter dengan memiliki air yang jernih bersumber dari mata air langsung. Harga tiket pengunjung sebesar Rp 20 ribu untuk wisatawan mancanegara dan Rp 10 ribu untuk wisatawan lokal/domestik.

Baca Juga:  Kota Singaraja Alami Deflasi, Harga Sejumlah Komoditas Pangan Menurun

“Dalam menjaga kebersihannya, kami disini telah menyiapkan kantong sampah baik organik, maupun non organik,” tegasnya.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, sedang dikembangkan pemanfaatan teknologi berupa fasilitas e-tiketing. Pemerintah Desa Lemukih sedang dalam proses pengajuan kerja sama dengan Pemerintah dalam proses digitalisasi tersebut.

“Mudah-mudahan tahun ini prosesnya sudah bisa jalan dengan lancar sesuai harapan kami, sehingga pengelolaan Desa Wisata Lemukih menjadi lebih akuntabel,” harapnya.

Sementara itu, Perbekel Lemukih, I Nyoman Singgih mengungkapkan, selain adanya DTW air terjun, Desa Lemukih juga memiliki beberapa perkebunan yang membuat Desa Lemukih menjadi salah satu desa mandiri.

Baca Juga:  Mistis Pelinggih Mobil di Desa Pakraman Sangket, Begini Kisahnya

Melihat potensi yang ada, Perbekel Singgih berharap kedepannya Desa Lemukih semakin maju apalagi dibukanya Turyapada Tower di Yeh Ketipat yang merupakan pintu awal dari pengembangan pariwisata.

“Pengembangan pariwisata ini sangat mengangkat perekonomian Desa Lemukih terutama kepada generasi muda maupun pengusaha,” tutupnya.

Pihaknya mengajak kepada wisatawan mancanegara dan lokal untuk melihat seni budaya, pemandangan alam, serta keindahan panorama yang ada di Desa Lemukih. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR