Kuta, baliwakenews.com
Penipuan yang dilakukan oleh Money Changer (MC) ilegal masih saja terus terjadi. Bahkan kini juga melanda tidak hanya Kuta namun juga di wilayah Kuta Selatan (Kutsel).
Kondisi ini mengundang sorotan tajam dari Ketua Dewan Penasehat Badan Pengurus Pusat (BPP) Afiliasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Indonesia 2022-2026, Jro Made Supatra Karang dihubungi Rabu 17 Mei 2023.
Menurut tokoh masyarakat Kuta ini, ia menyarankan untuk menangani MC nakal ini cukup dengan menyasar atau membidik tempat yang dipakai oleh MC ini melakukan aksinya. Karena biasanya pelaku menempel atau menyewa di salah satu tempat usaha yang bukan MC. Namun saat ditertibkan biasanya cukup berpindah dan kembali beroperasi dengan menempel di tempat usaha lainnya.
Karenanya tempat usaha yang menampung MC ilegal ini juga harus ditindak. Karena memberi peluang orang untuk melakukan kriminal. Salah satunya dengan menyasar perijinan mereka. “Selama ini kan katanya untuk menindaklajuti aksi kriminal ini aparat kepolisian cukup sulit,
karena biasanya wisatawan yang menjadi korban enggan melapor,” bebernya.
Oleh karenanya, penangannaya tidak cukup berhenti hanya di sana. Karena ada unsur lain yang bisa dijadikan acuan untuk mencegah agar aksi penipuan MC ilegal ini tidak terus berlanjut. Yakni terkait izin usaha yang menampung atau dipakai untuk menjalankan aksi oleh oknum MC ilegal ini. “Kalau anggota APVA kan memilik ijin berupa PT. Nah yang MC ilegal ini kan kerap menempel di tempat salah usaha yang bukan bergerak di bidang MC. Inilah yang perlu dijerat dan dibidik dari sisi perizinannya karena memberikan celah atau tempat ke pelaku kriminalitas untuk beraksi,” tegasnya sembari menambahkan kalau pihak terkait yang membidangi perijinan atau tim Yustisi bisa bergerak dari sana.
Melalui langkah ini diyakininya oknum MC ilegal ini tidak akan memiliki tempat untuk melakukan aksinya. “Jadi pemerintah atau pihak terkait jangan gamang atau ragu dalam melakukan tindakan. Kalau ada yang memberikan tempat, ya itu harus iuga ditindak selain pelakunya sendiri,” saran tokoh yang kerap bicara kritis tentang pembangunan Kuta ini.
Diungkapkannya pula, selama ini pihak asosiasi juga sudah mendukung secara maksimal dalam menertibkan MC liar ini. Dia mengapresiasi peran Linmas Legian dan Kuta yang beberapa kali sudah menindak dengan mengambil papan rate pelaku. Namun pelaku tetap nekat kembali beraksi dengan mencari lokasi lain. BWN-04






























